Anggaran Dinas Minim, ASN Hanya Setor Absen

Haryanto.--ISTIMEWA

koranrm.id - Belakangan ini, bahkan sejak beberapa bulan lalu, suasana perkantoran pemerintah Kabupaten Mukomuko lebih sepi dari aktivitas pegawai. Diduga beberapa pegawai hanya datang setor absen ke kantor, setelah itu pulang atau mencari aktivitas lain. Kondisi ini kemungkinan besar imbas dari minimnya kegiatan atau anggaran yang dimiliki oleh masing-masing OPD setelah efisiensi. Pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mukomuko mengakui menurunnya semangat kerja pegawai hingga beberapa diantaranya menghilang dari kantor saat jam kerja masih berjalan. 

Plt Kepala BKPSDM Mukomuko, Haryanto, SKM diminta tanggapannya tidak menapik kondisi tersebut. Bahkan kondisi ini semakin parah dalam beberapa bulan terakhir. Pegawai yang sebelumnya rajin dan disiplin ikut ketularan tidak fokus bekerja. Ia juga membenarkan, salah satu alasannya adalah banyak kegiatan dinas ditunda pelaksanaannya.

"Itu memang benar, saya juga sampaikan ada adanya. Banyak pegawai yang hanya isi absen, kemudian hilang dan datang lagi saat jam absen. Kami sering menerima laporan dan melihat langsung kondisi itu," kata Haryanto.

Pada dasarnya, apapun kondisinya pegawai harus tetap ngantor lanjut Haryanto. Pegawai bukan hanya melakukan pekerjaan atau kegiatan yang ada anggarannya. Banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan oleh pegawai di kantor. Menjadi pegawai adalah keputusan sendiri, maka harus utamakan kegiatan kantor daripada pekerjaan di luar. Ia menegaskan, keberadaan ASN di kantor selama jam kerja merupakan kewajiban yang melekat, terlepas dari ada atau tidaknya kegiatan fisik maupun program yang sedang berjalan.

"ASN wajib berada di kantor pada jam kerja kecuali DL. Mereka digaji oleh negara dan memiliki tanggung jawab yang harus dipikul serta dipertanggungjawabkan," ujarnya. 

Haryanto menilai, ASN seharusnya tetap dapat menjalankan fungsi pelayanan, administrasi, perencanaan, hingga evaluasi, meskipun sejumlah kegiatan mengalami penundaan akibat efisiensi anggaran. Menurutnya, masih banyak pekerjaan internal yang bisa dilakukan untuk mendukung kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa disiplin ASN merupakan fondasi utama dalam menjaga marwah birokrasi pemerintahan. Jika kebiasaan meninggalkan kantor tanpa alasan yang jelas dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat.

"Kami mengimbau seluruh ASN agar tetap menjalankan aktivitasnya di kantor sesuai ketentuan, menjaga disiplin, dan menunjukkan tanggung jawab sebagai abdi negara," tutupnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan