Kodim Mukomuko Gencarkan Simulasi Penanggulangan Bencana Alam
Kodim Mukomuko Terus Gencar Lakukan Simulasi Penanggulangan Bencana Alam.-Deni Saputra-Radar Mukomuko
koranrm.id – Kodim 0428 Mukomuko menggelar pelatihan simulasi penanggulangan bencana yang ke-3. Berlangsung di lapangan Desa Pauh Terenja, Kecamatan XIV Koto. Pada kamis 8 Januari 2026. Tidak jauh beda dari simulasi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Latihan itu melibatkan internal Kodim Mukomuko, beberapa instansi terkait, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat XIV Koto. Tapi kali ini, simulasi tidak hanya dilakukan di area lapangan, tapi langsung turun ke aliran Sungai Manjuto.
Dandim Mukomuko, Letkol Inf Yokki Firmansyah, simulasi penanggulangan bencana akan terus berlangsung di masing-masing kecamatan. Kali ini kegiatan simulasi yang ke-3, berlokasi di Pauh Terenja, Kecamatan XIV Koto. Jumlah peserta yang terlibat dalam simulasi sebanyak 150 orang. Untuk diketahui, simulasi ini bukan kegiatan seremonial belaka. Pasalnya kegiatan ini dalam bentuk persiapan siap siaga kalau sewaktu-waktu terjadi bencana, sudah tau apa yang harus dilakukan. Baik para personil Kodim itu sendiri, maupun instansi terkait, serta khususnya masyarakat.
“Simulasi penanggulangan bencana alam ini merupakan kegiatan yang ke-3. Peserta simulasi masih melibatkan pihak-pihak terkait dan masyarakat umum,”katanya.
Lanjutnya, simulasi ini sengaja dibuat berulang-ulang kali, menjadi salah satu upaya untuk mengasah kemampuan satuan dalam membantu pemerintah daerah mengatasi bencana maupun pasca bencana alam. Ketiagan simulasi tetap berfokus ke beberapa latihan, mulai dari evakuasi, baik evakuasi ke tempat yang telah ditentukan sebelumnya maupun belum. Ada juga latihan penanganan untuk para korban yang mengalami luka, mulai dari luka ringan sampai luka berat.
“Memang sengaja dibuat berkelanjutan, guna mengedukasi masyarakat di masing-masing kecamatan,”tambahnya.
Maka dengan beberapa simulasi ini, diharapkan bisa meningkatkan kerjasama dan koordinasi internal dengan instansi-instansi terkait dalam penanggulangan bencana. Lebih dari itu, sekaligus upaya mengetuk kesadaran masrayakat dalam kesiapsiagaan dan mitigiasi bencana. Pada simulai kali ini, kegiatan latihan berlangsung di lapangan dan Sungai Manjuto. Tentunya dengan dilengkapi berbagai peralatan, sama seperti ketika sedang terjadinya bencana.
"Kita juga berupaya meningkatkan kemampuan prajuti dan masyarakat di masing-masing kecamatan. Sewaktu-waktu terjadi bencana, mereka tahu langkah yang bisa dilakukan,"demikian Dandim.