AS Tangkap Presiden Venezuela

AS Tangkap Presiden Venezuela.-Dedi Sumanto-Sceenshot

koranrm.id - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditangkap Amerika Serikat dan dibawa ke New York untuk menghadapi sejumlah dakwaan terkait tuduhan perdagangan narkoba serta dugaan konspirasi kepemilikan senjata. Penangkapan kepala negara itu, dilakukan oleh AS dengan melakukan serangan besar-besaran dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro beserta istrinya pada Sabtu, 3 Januari 2026 lalu. Dimana operasi penangkapan tersebut, bertajuk Absolute Resolve ini dilancarkan AS setelah ketegangan berbulan-bulan antara kedua negara. Tangan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro diborgol, setelah ditangkap melalui operasi militer AS. Dia terlihat dikelilingi agen Badan Pengendalian Narkotika (DEA). Operasi penangkapan tersebut, memicu kecaman internasional, yang menuduh AS telah melanggar kedaulatan dalam wilayah Venezuela.

Maduro kini ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan (MDC) yang terkenal di Brooklyn. Dia akan dibawa menyeberangi perairan dari MDC ke pengadilan federal di Lower Manhattan Senin (5/1/2026) waktu setempat. Pemimpin negara yang sudah berusia 63 tahun tersebut, akan menghadapi tuduhan AS bahwa dia merupakan aktor utama dalam konspirasi besar selama lebih dari 25 tahun yang menyelundupkan kokain ke AS. Surat dakwaan yang dirilis, menuduh Maduro dan beberapa orang lainnya bersekongkol dengan beberapa kelompok-kelompok. Termasuk Kartel Sinaloa dan Tren de Aragua, yang telah ditetapkan AS sebagai organisasi teroris asing. Dakwaan ini dapat membuatnya mendekam di balik jeruji besi seumur hidupnya. Jaminan pembebasan kemungkinan besar tidak akan diberikan. Hakim diperkirakan akan menetapkan jadwal untuk pertukaran bukti dan mosi prapersidangan. 

Belum jelas apakah Maduro atau istrinya telah menyewa pengacara untuk sidang nantinya. Terkadang terdakwa diwakili oleh pengacara gratis dari Federal Defenders of New York untuk keperluan pengadilan awal. Di MDC, tahanan berisiko tinggi biasanya ditempatkan di tempat khusus, dimana pengurungan bisa berlangsung hingga 23 jam sehari. Pergerakan di luar sel dikontrol ketat. Tahan di sana umunya mengeluhkan makanan busuk, kasur tipis, serta toilet kotor dan rusak. Lampu pun selalu menyala dan tidak ada pemandangan ke luar. Perwakilan dari Biro Penjara tidak membalas pertanyaan yang meminta untuk mengomentari laporan ini. Biro Penjara mengatakan kondisi MDC di Brooklyn sudah membaik karena jumlah staf bertambah dan populasi narapidana berkurang. MDC merupakan satu-satunya penjara federal di New York, karena Biro Penjara menutup Pusat Pemasyarakatan Metropolitan Manhattan pada 2021 untuk mengatasi kondisi yang memburuk.

Pasca penangkapan Nicolas Maduro, saham energi melesat dan jadi pendorong IHSG, tersulut sentimen kecemasan pasar atas serangan AS yang digagas Donald Trump terhadap infrastruktur energi Venezuela, setelah operasi militer menyeret penangkapan dramatis Nicolas Maduro. Harga minyak memanas bermula dari tersiarnya kabar serangan Amerika Serikat (AS) mengenai sebuah fasilitas di dalam teritori Venezuela. Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam kampanye militer Washington. Ketidakstabilan ini bisa mengganggu kelangsungan negara Venezuela yang mulai menutup sumur minyak di tanah yang menyimpan cadangan minyak terbesar di dunia, hal ini seiring blokade oleh pemerintahan Trump, seperti dikutip Bloomberg News.

Selain itu, Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menambah panjang daftar pemimpin negara yang ditangkap oleh Amerika Serikat. Dilansir dari beberapa sumber, sebelumnya, AS juga pernah menangkap, Manuel Noriega mantan pemimpin militer Panama. AS menginvasi Panama pada 1989 untuk menggulingkan Noriega dengan alasan melindungi warga AS. Penangkapan itu bertujuan untuk menegakkan demokrasi, memberantas korupsi, serta memerangi perdagangan narkoba. Sebelum invasi tersebut, Noriega telah didakwa di Miami pada 1988 atas tuduhan penyelundupan narkoba. Ia juga disebut memaksa Presiden Panama saat itu, Nicolas Ardito Barletta, mundur pada 1985. Hingga membatalkan pemilu 1989, mendorong sentimen anti-AS di negaranya. Invasi Panama tercatat sebagai operasi tempur terbesar AS sejak Perang Vietnam. Noriega diterbangkan ke Amerika Serikat untuk diadili dan dipenjara hingga 2010.

Kemudian, Presiden Irak Saddam Hussein juga ditangkap oleh pasukan AS pada 13 Desember 2003. Sembilan bulan setelah invasi dan pendudukan Irak dimulai. Invasi tersebut didasarkan pada klaim kepemilikan senjata pemusnah massal (WMD) oleh Irak, yang belakangan tidak pernah ditemukan. Saddam, sebelumnya merupakan sekutu Washington pada era perang Iran-Irak di tahun 1980-an. Dia ditemukan bersembunyi di sebuah lubang dekat kampung halamannya di Tikrit. Dia kemudian diadili oleh pengadilan Irak, dijatuhi hukuman mati, dan dieksekusi pada 30 Desember 2006. Selanjutnya, Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez. Dia ditangkap di rumahnya di Tegucigalpa pada Februari 2022, hanya beberapa hari setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden. Kemudian diekstradisi ke Amerika Serikat pada April 2022 atas dugaan keterlibatan dalam korupsi dan perdagangan narkoba. Pada Juni 2022, Hernandez dijatuhi hukuman 45 tahun penjara. Namun, 1 Desember 2025, Donald Trump memberikan pengampunan kepada Hernandez.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan