Mukomuko Targetkan Produksi Jagung 1.884 Ton
Tanaman jagung program pemerintah daerah, siap panen.-Sahad-Radar Mukomuko
koranrm.id – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pertanian menargetkan produksi jagung mencapai 1.884 ton pada tahun 2025. Program tanam jagung terus berjalan meski menghadapi tantangan utama berupa musim kemarau yang berkepanjangan.
Hingga 20 Juli 2025, total luas lahan yang telah ditanami jagung mencapai 157,65 hektare. Penanaman ini merupakan hasil kolaborasi antara petani swadaya dan Kepolisian Resor (Polres) Mukomuko.
“Dari swadaya sekitar 71 hektare, dan kerja sama dengan Polres sebesar 86,65 hektare. Jadi total lahan yang telah tertanam hingga 20 Juli sebanyak 157,65 hektare,” ujar Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Mukomuko, Novi Hidayanti, SP, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/7).
Menurut Novi, kendala utama saat ini adalah kondisi cuaca yang belum stabil. Minimnya curah hujan membuat banyak petani menunda penanaman karena khawatir gagal tanam atau gagal panen.
“Hujan belum intensif, masih masuk musim kemarau. Tanaman jagung membutuhkan banyak air. Kami berharap Agustus sudah mulai turun hujan,” jelasnya.
Selain faktor cuaca, kendala lain di lapangan mencakup serangan hama dan penyakit, meski masih dalam batas terkendali. Di sisi lain, persoalan pemasaran juga menjadi perhatian, terutama bagi petani di wilayah selatan yang kesulitan menemukan pedagang penampung hasil panen.
“Penampung hasil panen umumnya berada di daerah seperti Lubuk Pinang dan V Koto. Ini menjadi tantangan bagi petani di wilayah selatan,” tambah Novi.
Dinas Pertanian menargetkan seluruh lahan dapat selesai ditanami paling lambat September 2025. Penanaman telah dimulai sejak April, namun sebagian besar lahan ditanami pada Juni dan saat ini belum memasuki masa panen.
“Penanaman April hanya sekitar 6 hektare. Penanaman terbanyak terjadi di bulan Juni, dan belum ada yang panen dari program bantuan,” jelasnya.
Program tanam jagung tersebar di hampir seluruh kecamatan. Penanaman swadaya banyak dilakukan di wilayah Lubuk Pinang, XIV Koto, dan V Koto, sementara kerja sama dengan Polres menyasar seluruh kecamatan secara merata. Selain itu, Dinas Pertanian juga tengah mendorong program “Satu Desa Satu Juta Hektare Jagung” untuk meningkatkan partisipasi desa dalam mendukung ketahanan pangan.
Dinas Pertanian memastikan akan terus mendampingi petani dalam seluruh tahapan, mulai dari distribusi bibit, pemantauan pertumbuhan tanaman, hingga masa panen.
“Kami terlibat langsung dalam pendistribusian bibit, memantau lahan dan tanaman, serta ikut hadir saat panen. Beberapa tim kami juga turun membantu aksi tanam di lapangan,” tutup Novi.
Meski menghadapi kemarau, semangat petani dan dukungan pemerintah menjadi modal penting dalam menyukseskan program ini demi tercapainya ketahanan pangan di Kabupaten Mukomuko.