Petani Ranah Karya Selesai Tanam Padi
Petani Ranah Karya Mulai Pemupukan Tahap I dan Pengendalian Gulma.-Deni Saputra-Radar Mukomuko
Pengendalian Hama dan Gulma Jadi Tantangan
koranrm.id – Proses turun tanam padi Daerah Irigasi (DI) Manjuto Kiri, khususnya di Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, selesai. Bahkan saat ini, para petani mulai melakukan pemupukan tahap pertama dengan umur padi 15 hari setelah tanam (hst). Selain pemupukan, petani juga mulai melakukan pengendalian gulma. Seperti kegiatan para kelompok tani (pokta) Karya Makmur desa setempat. Pada Senin 28 Juli 2025. Sebagaimana disampaikan Penyuluh Pertanian (BPP) Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lubuk Pinang, Kasmis Jaya Karman, S.Pt.
Kasmis mengatakan, terkait pelaksanaan turun tanam MT II tahun ini di Ranah Karya, saat ini telah selesai. Para petani juga mulai melakukan pemupukan tahap satu dengan umur padi 15 hst. Selain pemupukan, petani juga mulai melakukan pengendalian gulma terhadap tanaman padi mereka. Salah satunya seperti yang tengah dilakukan oleh para petani dari poktan Karya Makmur, pemupukan tahap satu dan pengendalian gulma.
“Alhamdulillah pelaksanaan tanam padi di Ranah Karya selesai. Sekarang petani mulai pemupukan tahap satu dan pengendalian gulma,”ucapnya.
BACA JUGA:KPM Bapang Beras 10 Kg di Desa Lubuk Pinang Bertambah
BACA JUGA:Sudah Pengajuan, Pemdes Talang Sepakat Bersiap Realisasi DD Tahap Dua
Lanjutnya, sejauh ini progres pertumbuhan tanaman padi petani cukup berjalan baik. Pada umur 15 hst, anakan jumlah anakan padi sekitar 13 sampai 15 batang. Jumlah anakan padi tersebut terbilang cukup bagus, sebab 15 hst, normalnya berkisar antara 9 sampai 19 anakan per rumpun. Tidak ada padi petani yang gagal tumbuh akibat terserang penyakit dan lainnya. Terlebih pasca tanam, petani juga terus memantau pertumbuhan tanaman padi mereka.
“Progres pertumbuhan tanaman berjalan bagus, 15 hst didapati di lapangan anakan padi berjumlah 13 sampai 15 batang per rumpun,”tambahnya.
Kemudian terkait varietas padi yang ditanam cukup bervariasi, untuk di poktan ini informasinya varietas MR 337 dengan jarak tanam 30 x 30 centimeter (cm) dengan Jajar legowo (Jarwo) 41. Sebagai penyuluh yang merupakan sahabat petani, ia juga berharap semoga MT 2 tahun ini berjalan lancar tanpa kendala. Tanaman padi petani aman dari ledakan serangan hama dan lainnya. Sehingga hasil panen padi petani bisa maksimal. Selain itu, harga gabah juga diharapkan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Supaya
“Seperti salah seorang petani poktan Karya Makmur ini, ia tanam padi varietas MR 337 dengan Jarwo 41 dan jarak tanam 30 x 30 cm. Muda-mudahan kami sebagai sabahat tani bisa menjadi solusi bertukar pikiran sehingga MT 2 ini nanti berhasil,”tutupnya.