Pembangunan Gedung Perpustakaan Lubuk Sanai Dua Terus Dikebut
Pembangunan Gedung Perpustakaan Lubuk Sanai Dua Terus Dikebut--screnshoot dari web
KORANRM.ID - Pembangunan gedung perpustakaan di Desa Lubuk Sanai Dua, Kecamatan XIV Koto, terus dikebut. Dimulai pasca lebaran idul fitri lalu, tahapan pembangunan gedung perpustakaan tersebut sekarang sudah mencapai 60 persen. Bangunan utama gedung telah berdiri, para pekerja mulai melakukan tahap pemasangan atap. Diketahui pembangunan gedung perpustakaan ini, memanfaatkan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025. Seperti disampaikan Kades Lubuk Sanai Dua, Warisno.
Warisno, mengatakan, proses pembangunan gedung perpustakaan di desanya terus berjalan. Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan pekerja masih fokus melakukan pengerjaan. Dimana saat ini progress pembangunan gedung tersebut telah berjalan sekitar 60 persen. Bangunan utama gedung tersebut telah berdiri. Begitu juga dengan kerangka bagian atap telah terpasang. Sejauh ini proses pembangunan berjalan lancar tanpa halangan suatu apapun.
BACA JUGA:Hasil Panen Padi Petani Meningkat, 1 Hektar Tembus 8 Ton
“Pekerjaan pembangunan gedung perpustakaan kita masih terus berjalan, sekarang sudah setengah jalan,”kata Kades.
Lanjutnya, oleh sebab itu, mereka dari pemerintah desa juga telah mengajukan pencairan DD tahap dua. Tujuannya agar anggaran DD tahap dua bisa cepat cair agar progres pengerjaan gedung tidak terhenti ketika anggaran tahap satu telah terserap. Namun demikian, ternyata anggaran tahap dua belum kunjung cair, padahal berkas pengajuan sudah masuk ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sejak dua bulan lalu. Hal tersebut ternyata harus ada berkas yang harus ditambah, yakni desa harus membent koperasi merah putih.
BACA JUGA:Ini 3 Nama Perangkat Desa Air Berau yang Lolos Seleksi
BACA JUGA:Jelang Idul Adha Harga Hewan Kurban Naik
“Makanya kita juga terus berupaya agar anggaran DD tahap dua cepat cair supaya pekerjaan terus berlangsung,”tambahnya.
Masih dikatakannya, pihaknya juga telah membentuk pengurus koperasi desa merah putih. Sekarang sedang mengurus akta notaris pendirian koperasi tersebut. Muda-mudahan proses ini berjalan lancar tanpa halangan. Sehingga berkas yang kurang dalam pengajuan DD tahap dua dapat segera dilengkapi dan anggaran bisa cepat cair.
“Karena berkas pengajuan yang kita masukkan dua bulan lewat belum cair, sebab harus menyusul persyaratan pembentukan koperasi merah putih,”tutup Kades.