Selain Amblas, Jalan Inpres di Malin Deman Juga Banyak Bergelombang
Salah satu titik Jalan poros Kecamatan Malin Deman sudah mulai bergelombang dan retak.-Dedi Sumanto-Radar Mukomuko
koranrm.id - Jalan poros Kecamatan Malin Deman Mukomuko, yang dibangun melalui dana Instruksi Presiden (Inpres) dizaman kempimpinan Sapuan-Wasri tahun 2023 lalu, sekarang sudah mulai mengalami kerusakan. Selain ada yang amblas, ternyata beberapa titik ruas Jalan hotmix itu juga sudah banyak yang bergelombang. Salah satu penyebab kerusakan Jalan tersebut, yaitu diduga karena sering dilintasi truk sawit milik PT DDP yang bermuatan Over Tonase, atau bemuatan melebihi kapasitas maksimum kekuatan Jalan. Dan beberapa faktor alam yang lainnya. Sehingga membuat Jalan poros ini cepat rusak. Padahal Jalan tersebut belum genap 2 tahun dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Malin Deman. Dimana Jalan hotmix yang dibangun dengan panjang lebih kurang 19 Kilo dari dana Inpres tersebut, diserahterimakan sekitar akhir tahun 2023 lalu.
Salah satu tokoh pemuda Desa Gajah Makmur, Erwinsyah, saat dikonfirmasi mengatakan, warga Kecamatan Malin Deman sudah cukup lama melewati Jalan tanah yang berlumpur. Dan pada tahun 2023 lalu, keluhan masyarakat Kecamatan Malin Deman terjawab. Jalan yang sebelumnya rusak parah, sekarang sudah ditingkatkan jadi Jalan hotmix. Namun, sayangnya sekarang Jalan ini sudah mulai rusak. Ada yang amblas, dan beberapa titik juga sudah bergelombang. "Satu titik ruas Jalan yang amblas, tepat di Tanjakan Dua Beradik itu, ya, mungkin memang karena curah hujan yang tinggi. Karena Jalan itu amblas pada saat hujan. Dan tidak dapat dipungkiri juga ada faktor lain sehingga membuat Jalan itu amblas," ungkapnya melalui telepon seluler Rabu,(20/8).
BACA JUGA:Desa Tunggang Disempatkan Status ODF Bebas dari Kebiasaan BAB Sembarangan
BACA JUGA:HUT ke-80 RI, Kecamatan Sungai Rumbai Sukses Tumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air
Lanjutnya, dia mengaku kerusakan Jalan ini disebabkan oleh banyak faktor. Tapi salah satu faktor yang terlihat nyata oleh masyarakat, yaitu diduga karena sering dilintasi truk sawit yang berlebihan Tonase milik PT DDP. Karena selain ada yang amblas, beberapa titik ruas yang lainnya saat ini juga sudah ada yang bergelombang. Menurutnya, masyarakat bukan tidak membolehkan pihak perusahan melintasi Jalan ini, siapapun boleh menggunakan Jalan tersebut. Tetapi pihak perusahan diharapkan untuk bisa mengurangi muatan tonase. Dan aktif berkontribusi untuk menjaga dan memelihara Jalan ini. "Ya, salah satu penyebab Jalan ini bergelombang karena sering dilintasi truk sawit PT DDP yang diduga berlebihan Tonase. Sehingga membuat Jalan ini bergelombang, dan bahkan ada yang amblas," bebernya.
Demi kebaikan bersama, dan agar Jalan tidak cepat rusak. Sabagai masyarakat berharap pihak perusahaan terutama PT DDP diharapkan untuk bisa mengurangi muatan pada saat melintas. Demikian juga dengan truks sawit masyarakat juga diharapkan bisa mengurangi muatan. Selain itu, dia juga berharap terlepas dari apapun penyebab kerusakan Jalan ini, kepada dinas terkait supaya bisa segera merehab kerusakan Jalan ini sebelum keruskaannya semakin parah. Termasuk pihak perusahaan juga diharapkan bisa berkontribusi merawat dan merehab kersakan Jalan ini.
"Sebelum kerusakan lebih parah. Kita berharap semua pihak terkait terutama perusahan untuk bisa merehab kerusakan Jalan ini," imbuhnya.