Begini Pesan BWSS VII untuk Poktan Penggarap Lahan Sawah Tadah Hujan
Tim BWSS VII saat turun sosialisasi pemanfaatan sumur bor kepada petani desa Medan Jaya.-Dedi Sumanto-Radar Mukomuko
koranrm.id - Kelompok Tani (Poktan) yang menggarap lahan persawahan tadah hujan di Desa Medan Jaya Kecamatan Ipuh mulai senyum sumringah.
Pasalnya, dalam waktu dekat Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII mulai mengerjakan pembangunan 1 Unit Sumur bor raksasa khusus untuk mengairi lahan persawahan tadah hujan di desa setempat. Kemarin Kamis,(7/8) pihak BWSS VII kembali turun ke Desa Medan Jaya untuk sosialisasi pemanfaatan bangunan sumur bor yang akan dibangun.
Dalam sossdoakdi itu, pihak BWSS VII menenaknan agar Poktan sebagai pemanfaat bangunan sumur bor ini bisa menjaga dan merawat bangunan sumur bor tersebut dengan baik. Karena bangunan tersebut adalah aset negara.
Salah satu perwakilan dari BWSS VII, Arie dalam sosialisasi itu, menekankan agar para petani bisa berperan aktif dan ikut berkontribusi selama pembangunan sumur bor ini berlangsung.
BACA JUGA:Merdeka, Pemerintah Luncurkan 3 Program Bantuan Untuk Guru
Kemudian, sesuai dengan usulan dan permintaan para petani, mereka juga setuju dan berupaya bagaikan pengoperasian sumur bor tersebut bisa menggunakan tenaga urya dan tidak menggunakan kWH PLN. Namun, ini masih dalam usulan dengan harapan bisa direalisasi sesuai dengan harapan para petani.
"Setelah sumur bor seslai dibangun, kita minta kepada petani untuk sama-sama menjaga dan merawat bangunan sumur bor knk. Penggunaan sumur bor ini sepenuhnya diserahkan kepada petani. Yang terpenting sumur bor ini harus dijaga dan dirawat dengan baik," sampainya.
Sementara Kepala Desa (Kades) Medan Jaya, Afrizal (Akang) mengatakan, saat ini untuk survey titik lokasi pembangunan sumur bor raksasa itu sudah dilakukan oleh tim dari BWSS VII Bengkulu.
BACA JUGA:Dewan Minta Pemkab Beri Solusi Pasti Kepada Honorer
Dimana titik lokasi pembangunan yang bagus dan bisa mendapatkan air maksimal untuk mengaliri air ke lahan persawahan petani sudah mereka tetapkan. Menurut merkaa pihak BWSS VII, setakah mensosiasliasi pembangunan sumur bor ini ini. Dalam waktu dekat mereka segera malsanakan titik dan langsung bekerja. Kemudian terkait dengan listrik pengoperasian sumur bor tersebut, pihak BWSS VII juga setuju menggunakan tenaga surya.
"Katanya tadi lengerjaan sumur bor itu secepatnya dilaksanakan. Kemudian dalam sosialisasi tadi, mereka BWSS VII juga sepakat untuk menggunakan tenaga surya untuk pengoperasian sumur bor tersebut. Mudah-mudahan musim tanam bukan depan petani sudah menggunakan sumur bor raksasa bantuan dari BWSS VII ini," tambahnya.