Pemdes Rawa Mulya Gelar Musdes, Tampung Usulan Pembangunan Prioritas 2026

Musdes di Desa Rawa Mulya, Kecamatan XIV Koto.-Deni Saputra-Radar Mukomuko

koranrm.id - Pemerintah Desa Rawa Mulya, Kecamatan XIV Koto, menggelar Musyawarah Desa (Musdes). Selasa 29 Juli 2025. Musdes tersebut membahas usulan prioritas program kegiatan untuk tahun 2026. Dimana usulan-usulan tersebut berasal dari masing-masing dusun. Selanjutnya semua usulan diserahkan ke tim penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Adapun beberapa usulan secara garis besar, yakni secara garis besar tentang pembangunan akses pertanian dan perkebunan, pembangunan jalan lingkungan serta program penurunan stunting. Sebagaimana disampaikan Sekdes Rawa Mulya, Abdul Rohman, S.Pd. 

Sekdes mengatakan, sesuai dengan tahapan perencanaan, Rawa Mulya telah menggelar Musdes yang membahas tentang usulan pembangunan dan program kerja untuk tahun 2026. Musdes tersebut menampung usulan dari setiap dusun. Setelah itu, usulan tersebut di serahkan ke tim penyusun RKP untuk evaluasi dan verifikasi. Dimana usulan itu juga sesuai dengan kondisi lapangan dan regulas. Kemudian akan di tuangkan dalam Peraturan Desa (Perdes) RKP dan ditetapkan dalam Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sehingga menjadi usulan untuk program prioritas tahun 2026 dan usulan Musrenbang Kecamatan untuk tahun 2027.

"Kita telah menggelar Musdes untuk menampung usulan pembangunan dari tingkat dusun, selanjutnya nanti menjadi bahan di Musrenbangdesa 2026 dan Musrenbangcam 2027, tuturnya.

BACA JUGA:Pemdes Lubuk Pinang Lanjut Bangun Wahana Kolam Renang

Setelah melewati musyawarah panjang beberapa usulan yang telah ditampung. Secara garis besar usulan mengarah pada pembangunan akses pertanian dan perkebunan,  jalan lingkungan serta program penurunan stunting. Pasalnya kondisi wilayah Rawa Mulya perkebunan sawit dan pertanian, khususnya padi. Mayoritas akses perkebunan dan pertanian kondisinya cukup mengkhawatirkan. Jalan pertanian dan perkebunan banyak yang masih berupa tanah, jika kondisi cuaca sering hujan jalan licin dan sulit dilalui. Bahkan tak jarang para petani mengalami kesulitan mengerluarkan hasil panen ataupun sekedar menuju lahan. Selain akses perkebunan dan pertanian, jalan lingkungan kondisinya juga belum memadai.

 Usulan pembangunan secara garis besar mengarah ke peningkatan jalan lingkungan, pertanian dan perkebunan serta sarana pertanian"tambahnya.

BACA JUGA:Hanya 16 Pesantren di Mukomuko Resmi Terdaftar di Kemenang

Masih dikatakannya, dalam tahapan evaluasi dan verifikasi, akan dilakukan survei lokasi terhadap usulan prioritas. Dimana usulan pembangunan tersebut akan langsung ditinjau guna melihat kondisi sebenarnya. Hasil peninjauan lapangan menjadi salah satu indikator prioritas pembangunan. Dimana usulan yang paling mendesak, itulah nantinya bakal direalisasikan sesuai dengan ketersediaan anggaran. Namun seperti diketahui bersama, ruang pembangunan fisik dari DD semakin menyempit. Program ketahanan pangan tidak bisa lagi diarahkan ke bangunan fisik. Sehingga bangunan fisik hanya memanfaatkan anggaran non earmark diluar dari ketahanan pangan. 

"Nanti usulan tersebut selanjutnya akan dimatangkan, disurvei, verifikasi dan evaluasi sebelum menjadi prioritas, tutupnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan