Sepucuk Surat Cinta Pertama dari Bayu untuk Hany
Bayu dan hany jatuh cinta sejati SD. --Poto AI
- Radar Mukomuko -
Untuk Hany,
di sudut ruang kelas tempat kita pernah berteduh bersama
Hai, Hany…
Entah dari mana harus kumulai surat ini. Mungkin dari angin sore yang berembus kencang waktu kita lari kecil dari lapangan menuju ruang kelas, mencari tempat ber teduh dari gerimis yang menggoda.
Ingat hari itu? Kita sama-sama kehabisan napas, duduk bersisian di bangku kosong sambil tertawa kecil, tawa yang sampai sekarang masih terngiang di telingaku.
Tapi sesungguhnya, dalam diamku waktu itu, aku sedang menahan degup jantung yang melompat jauh lebih kencang dari angin di luar sana.
Aku sudah menyimpan rasa ini sejak kita duduk di kelas 6 SD. Dulu, aku hanya bisa mencuri pandang dari balik jendela atau pura-pura meminjam penghapus agar bisa bicara meski hanya sebentar.
Tapi sejak kita masuk SMP dan dunia terasa sedikit lebih luas, aku mulai merasa bahwa menyimpannya sendiri terlalu sempit untuk hatiku.
Dan hari hujan itu, ketika kamu menoleh dan tersenyum sambil menyibak anak rambutmu yang tertiup angin aku tahu, aku tidak bisa lagi diam.
BACA JUGA:Kebun Desa Dijual, Berpotensi Picu Perang Saudara
BACA JUGA:Konflik Lahan Bandaratu dan Ujung Padang Dengan SP7 Didudukkan Dewan
Hany, aku menulis ini bukan untuk membuatmu tidak nyaman. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa di antara ribuan langkah kaki di lapangan sekolah, aku hanya memperhatikan langkahmu.
Bahwa di antara derai tawa teman-teman, suaramulah yang paling mudah kutemukan. Dan bahwa di antara dingin hujan sore itu, kehangatanmu yang membuatku betah berlama-lama di ruang kelas itu.
Aku tak berharap banyak, bahkan mungkin aku tak berani langsung menatapmu setelah kamu membaca surat ini.
Tapi aku ingin jujur pada perasaanku sendiri aku menyukaimu, sejak dulu, sejak bangku SD yang keras dan mimpi-mimpi yang masih kabur. Sekarang, aku ingin mimpi itu punya bentuk. Punya nama. Namamu.
Kalau kamu juga merasa hal yang sama, cukup tersenyum padaku saat kita berpapasan di lorong sekolah nanti. Aku akan tahu itu jawabannya.
Dari seseorang yang selalu menunggu hujan turun agar bisa berada lebih lama di dekatmu,” Bayu”.