Anggota DPRD Mukomuko Tinjau Kondisi SDN 02 Bunga Tanjung
Anggota DPRD Mukomuko, Hanasrum saat melihat langsung kondisi kerusakan gedung SDN 02 Bunga Tanjung Kecamatan Teramang Jaya.-Dedi Sumanto-Radar Mukomuko
koranrm.id - Anggota DPRD Mukomuko dari fraksi Golkar, Hanasrum, pada Selasa pagi,(22/7) kemarin, turun langsung ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 yang berada di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Teramang Jaya Mukomuko.
Kedatangannya ke SD ini untuk melihat langsung kondisi dan kerusakan gedung sekolah tersebut. Menurutnya, kerusakan 3 ruangan kelas tempat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah ini, memang sudah sangat memprihatinkan.
Bagian atap, plafon, kaca jendela, kosen, dan cat temboknya sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Kedepan rehabilitas kerusakan gedung SDN 02 ini harus jadi prioritas utama. Setidaknya awal tahun 2026 mendatang kerusakan gedung sekolah tersebut sudah bisa direhab.
Dikatakan Hanasrum, kedatangannya ke sekolah ini bukan Sidak. Tapi dia hanya mengunjungi sekolah ini untuk melihat langsung kondisi kerusakan yang ada di sekolah tersebut.
BACA JUGA:Jelajah Cita Rasa: Eksplorasi Resep Masakan Rumahan dari Berbagai Daerah di Indonesia
Kemudian kunjungan ini juga merupakan tindak lanjut dari pemberitaan yang terbit di harian Radar Mukomuko beberapa hari lalu. Dalam peninjauannya, Hanasrum menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi sekolah yang sudah tidak layak digunakan sebagi tempat kegiatan belajar mengajar. Dan dia juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan perbaikan kerusakan gedung SDN 02 Bunga Tanjung kedepan.
"Kalau dalam tahun 2025 ini mungkin kerusakan sekolah SD ini belum bisa direhab. Karena anggaran perubahan tahun 2025 sudah ditetapkan. Tetapi kita meminta pihak sekolah untuk kembali mengusulkan rehab untuk tahun 2026, kita akan mengawalnya," kata Hanasrum.
Lanjutnya, kalau kondisi tempat kegiatan belajar mengajar tidak bersih, nyaman dan tentram. Bagaimana anak-anak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik. Seperti kondisi 3 ruangan kelas tempat kegiatan belajar mengajar di SDN 02 Bunga Tanjung ini, meja, atap, jendela dan cat tembok dan membler lainnya sudah tidak layak digunakan lagi. Dia berharap untuk tahun anggran 2026 mendatang kerusakan ini bisa direhab.
"Saya sangat prihatin dengan kondisi sekolah SDN 02 Bunga Tanjung ini. Bagaimana anak-anak kita bisa pintar dan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik. Sementara kondisi gedung atau ruangan tempat belajar Morat Marit, dan jauh dari kata nyamanan. Kondisi atap, meja, jendela banyak yang rusak. Mudah-mudahan harapan kita tahun 2026 mendatang semua kerusakan ini bisa direhab," tambahnya.
BACA JUGA:Menu Sehat Keluarga: Koleksi Resep Masakan Rumahan Bergizi dan Mudah Dibuat
Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Bunga Tanjung, Fendrianto, juga mengatakan, pihaknya dari Pemdes Bunga Tanjung sangat prihatin dengan kondisi bangunan SDN 02 yang ada di Desa Bunga Tanjung tersebut.
Menurutnya, kerusakan yang sudah cukup parah itu 3 ruangan kelas. Mulai dari atap sudah bocor, plafon sudah banyak yang terjun dan ambruk, kemudian kusen-kusen kayu juga sudah keropos dan rusak, selain itu kaca jendela juga sudah banyak yang pecah. Kondisi gedung sekolah tersebut sudah tidak layak lagi digunakan. Kondisi ruangan kelas tersebut jauh dari kata besih, aman dan nyaman bagi murid maupun tenaga pengajar.
"Saya selaku kades sangat malu sama masyarakat, walaupun tidak ada wewenang Kades di dalam perbaikan gedung sekolah tersebut. Tetapi SDN 02 ini dalam wilayah Desa Bunga Tanjung. Masyarakat selalu protes sama kades terkait kerusakan gedung sekolah tersebut," ungkap Fendrianto.
Lanjutnya, setelah ia dilantik sebagai Kades Bunga Tanjung tahun 2022 lalu, dia melakukan kunjungan ke semua satuan pendidikan yang ada di wilayah Desa Bunga Tanjung ini. Pada saat itu, 3 ruangan kelas SDN 02 tersebut sudah dalam kondisi rusak parah.
Kepala SDN 02 mengatakan bahwa rehabilitasi kerusakan ruangan kelas tersebut sudah diusulkan. Dan iformasinya tahun 2023 kerusakan gedung sekolah tersebut akan segera direhab. Setelah tahun 2023, pihak sekolah diminta untuk menunggu tahun 2024. Habis tahun 2024 sekolah kembali diminta untuk menunggu ditahun 2025 ini.
BACA JUGA:Resep Masakan Kekinian: Eksplorasi Cita Rasa Modern dengan Sentuhan Tradisional
"Sampai sekarang sudah pertengahan tahun 2025. Namun, sinyal kerusakan gedung sekolah itu akan direhab belum ada tanda-tanda. Kita kasihan dengan anak-anak belajar di ruangan yang tidak nyaman. Apalagi musim hujan murid dan tenaga pengajar harus pindah-pindah untuk menghindari tetesan air hujan. Kita berharap pemerintah terkait bisa melihat situasi ini, dan segera merehab semua kerusakan gedung sekolah SDN 02 ini," harapnya.