Evolusi Kebijakan Luar Negeri Iran terhadap Israel: Dari Masa ke Masa
Evolusi Kebijakan Luar Negeri Iran terhadap Israel Dari Masa ke Masa--screenshot dari web.
KORANRM.ID - Hubungan Iran dan Israel telah lama diwarnai oleh permusuhan dan konflik, sebuah dinamika yang telah membentuk dan dibentuk oleh evolusi kebijakan luar negeri Iran terhadap negara Yahudi tersebut Dari periode awal pasca-revolusi hingga era modern, kebijakan Iran terhadap Israel telah mengalami transformasi signifikan, dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal yang kompleks
Era Awal Pasca-Revolusi (1979-1980an): Retorika Keras dan Dukungan untuk Palestina
Revolusi Islam tahun 1979 menandai titik balik dalam hubungan Iran dan Israel Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Ayatollah Ruhollah Khomeini secara terbuka menyatakan permusuhan terhadap Israel, menyebutnya sebagai "tumor kanker" di Timur Tengah Kebijakan luar negeri Iran bergeser drastis, meninggalkan hubungan diplomatik dengan Israel dan mengadopsi retorika anti-Zionis yang kuat
Periode ini ditandai oleh dukungan kuat Iran terhadap gerakan-gerakan Palestina, khususnya Hamas dan Hizbullah Iran memberikan bantuan keuangan, pelatihan militer, dan dukungan politik kepada kelompok-kelompok tersebut dalam perjuangan mereka melawan Israel Dukungan ini didorong oleh ideologi revolusioner Iran yang menekankan solidaritas dengan rakyat tertindas dan perlawanan terhadap kekuatan imperialis yang dianggap mewakili Israel
Konflik Iran-Irak (1980-1988) juga turut membentuk kebijakan luar negeri Iran terhadap Israel Meskipun kedua negara memiliki musuh bersama, yaitu Irak, Iran lebih memprioritaskan perjuangan melawan Irak daripada menjalin kerja sama dengan Israel Konflik ini menguras sumber daya Iran dan mengalihkan fokus dari konfrontasi langsung dengan Israel
BACA JUGA:Palestina, Negeri Para Nabi dan Kota Suci Tiga Agama
Era Reformasi (1990an): Nuansa dan Pragmatisme
Era reformasi di bawah Presiden Mohammad Khatami (1997-2005) menandai pergeseran halus dalam kebijakan luar negeri Iran terhadap Israel Meskipun retorika anti-Zionis tetap ada, Khatami menekankan pentingnya dialog dan perdamaian di Timur Tengah Ia mengusulkan "dialog peradaban" dengan negara-negara Barat, termasuk Israel, meskipun tawaran ini tidak mendapat sambutan yang berarti dari pihak Israel
Periode ini juga menyaksikan peningkatan fokus Iran pada pembangunan ekonomi dan integrasi ke dalam sistem ekonomi global Hal ini mendorong Iran untuk mengambil pendekatan yang lebih pragmatis dalam hubungan luar negerinya, meskipun permusuhan terhadap Israel tetap menjadi elemen kunci dalam kebijakan luar negerinya
Era Mahmoud Ahmadinejad (2005-2013): Konfrontasi dan Eskalasi
Presidensi Mahmoud Ahmadinejad (2005-2013) menandai kembalinya retorika keras dan konfrontatif dalam kebijakan luar negeri Iran terhadap Israel Ahmadinejad secara terbuka mempertanyakan legitimasi Israel dan bahkan menyerukan penghancuran negara tersebut Pernyataan-pernyataan kontroversial ini meningkatkan ketegangan regional dan memperburuk hubungan Iran dengan negara-negara Barat
Program nuklir Iran juga menjadi isu sentral dalam hubungan Iran-Israel selama periode ini Israel dan negara-negara Barat menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Iran Ketegangan ini meningkat dengan ancaman militer Israel terhadap fasilitas nuklir Iran
Era Hassan Rouhani dan Setelahnya (2013-sekarang): Diplomasi dan Tekanan
Presidensi Hassan Rouhani (2013-2021) menandai upaya untuk mengurangi ketegangan dengan negara-negara Barat, termasuk melalui perjanjian nuklir Iran (JCPOA) tahun 2015 Meskipun JCPOA tidak secara langsung membahas hubungan Iran-Israel, perjanjian ini mengurangi ketegangan dan menciptakan ruang untuk dialog yang lebih luas
Namun, permusuhan mendasar antara Iran dan Israel tetap ada Iran terus mendukung kelompok-kelompok Palestina dan mengecam kebijakan Israel terhadap Palestina Israel, di sisi lain, tetap waspada terhadap program nuklir Iran dan aktivitas regionalnya
Setelah penarikan Amerika Serikat dari JCPOA dan meningkatnya tekanan terhadap Iran, kebijakan luar negeri Iran terhadap Israel kembali menjadi lebih konfrontatif Iran meningkatkan dukungannya terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan tersebut dan meningkatkan aktivitas militernya di wilayah tersebut
Dinamika yang Kompleks
Evolusi kebijakan luar negeri Iran terhadap Israel merupakan proses yang kompleks dan dinamis, dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ideologi, kepentingan nasional, dan dinamika regional Meskipun terdapat periode-periode pergeseran halus, permusuhan mendasar antara kedua negara tetap menjadi elemen kunci dalam hubungan bilateral mereka
Ke depan, hubungan Iran dan Israel akan terus dipengaruhi oleh perkembangan regional dan internasional Program nuklir Iran, konflik Palestina-Israel, dan persaingan regional akan terus membentuk kebijakan luar negeri Iran terhadap Israel Dinamika ini akan menentukan apakah akan terjadi eskalasi lebih lanjut atau munculnya peluang untuk dialog dan de-eskalasi.