Murka Biduan Menggunakan Bikini Di Pantai Batu Kumbang Bikin Heboh

Inilah pakaian yang dikenakan biduan di pantai batu kumbang dinilai terlalu seksi dan tidak pantas--screnshoot dari web

KORANRM.ID - Hiburan rakyat dalam rangka memeriahkan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah tahun 2025, di wisata Pantai Batu Kumbang Desa Pulau Baru Kecamatan Ipuh Mukomuko menuai kritik. Pasalnya, penampilan biduan di acara hiburan itu dinilai terlalu seksi dan fulgar. Dan dinilai sudah tidak pantas ditampilkan, apalagi kegiatan itu dilaksanakan dalam momen hari raya Idul Fitri, hari besar Islam dan hari kemenangan bagi umat muslim. Selain itu, yang hadir menyaksikan acara konser tersebut juga tidak semua orang dewasa, bahkan lebih banyak anak-anak dan remaja yang menyaksikan hiburan tersebut. Panitia pelaksana kegiatan harus diberi ultimatum. Dan jangan sampai hal serupa kembali terulang di wilayah Kabupaten Mukomuko. Banyak pihak tokoh agama, tokoh adat bahkan Kepala KUA Kecamatan Ipuh dan Camat Ipuh menyebut penampilan biduan yang disajikan panitia sudah tidak pantas.

BACA JUGA:Pengelola 2 Objek Wisata Minta Izin Acara Hiburan Idul Fitri, 1 Ditolak

BACA JUGA:Mengapa Industri Gaming Menjadi Salah Satu Sumber Hiburan Terbesar Dunia

Camat Ipuh, Sepradanur, S.Sos, dihubungi mengatakan, pihaknya dari Kecamatan Ipuh sangat menyayangkan tampilan biduan yang disajikan panitia kegiatan hiburan rakyat di pantai batu kumbang tersebut. Sebelum kegiatan hiburan itu dilaksakan, mereka dari kecamatan sudah mengantisipasi dan memberikan rambu-rambu kepada panitia pelaksana. Setidaknya ada 3 poin yang yang harus diperhatikan oleh panitia. Poin pertama, memberikan ucapan selamat kepada panitia pelaksana kegiatan. Kemudian poin yang kedua, panitia diminta untuk menjaga keamanan dan ketertiban, terutama panitia tidak memulai keributan, dan poin yang ketiga, panitia diminta untuk menjaga sopan santun, terutama artis dan crew memakai pakaian yang sopan karena ini momen hari raya idul Fitri. "Sebelum acara hiburan rakyat itu dimulai, kita sudah mengantisipasi. Dan memberikan imbauan kepada panitia," kata Sepradanur Jumat,(4/4).

BACA JUGA:Dari Panggung Hiburan Menuju Gedung DPR, Deretan Artis Indonesia yang Terjun ke Dunia Politik

Sementara Kepala KUA Kecamatan Ipuh, Mukhlisin, yang juga sebagai warga dan tokoh agama di Desa Pulau Baru, saat dihubungi juga menyayangkan pakaian biduan yang ditampilan di Pantai Batu Kumbang tersebut. Menurutnya, apapun dalih dari panitia pelaksana kegiatan, pakaian biduan yang ditampil sudah tidak pantas. Semua tokoh agama, dan tokoh adat orang tua kepada kaum di Desa Pulau Baru ini, sangat menyenangkan tampilan biduan yang mengenakan pakaian bikini tersebut. Mereka tidak menduga bahwa biduan yang ditampilkan fulgar seperti ini. Sebab momen kegiatan hiburan rakyat itu bertepatan dengan haru besar Islam. "Kami dan pak camat Ipuh sudah sepakat. Setelah puasa 6 nanti akan menghadiri sidang adat di Desa Pulau Baru. Dan memberikan ultimatum kepada panitia pelaksana kegiatan. Bagaimana kedepan hal serupa tidak lagi terjadi. Rencana kita, kedepan harus ada rambu-rambu atau batas kewajaran hiburan yang dimasukkan dalam adat," paparnya.

BACA JUGA:Raksasa Samudra yang Menawan, Mengungkap Fakta-Fakta Menakjubkan Paus Biru

Sementara Ketua panitia pelaksana kegiatan hiburan rakyat di pantai batu kumbang, Ajrul, saat dihubungi mengaku pakaian yang dikenakan biduan tersebut bukan direncanakan. Dan penampilan biduan tersebut sudah di luar rundown yang mereka tetapkan. Dijelaskannya, biduan yang mengenakan pakaian seksi tersebut adalah biduan yang diundang berasal dari Curup Kabupaten Rejang Lebong. Awalnya, dia mengklaim bahwa pakaian yang dikenakan biduan tersebut sopan, dan tidak fulgar. Tetapi pas tampil terjadi seperti ini. "Penampilannya di luar rundown acara kita. Saat artis tersebut tampil saya sebagai ketua pelaksana konser, sedang tidak berada di lokasi panggung acara. Posisi saya sedang di area portal masuk," ungkapnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan