koranrm.id – Pemerintah Kabupaten Mukomuko, dalam hal ini Dinas Pertanian, mendorong petani untuk mengembangkan bawang merah. Berbagai langkah dilakukan sebagai upaya menarik petani untuk menanam bawang merah. Mulai dari memberikan bibit secara gratis, hingga mengajak petani studi banding ke daerah-daerah penghasil bawang merah.
Hasilnya belum terlihat siginifkan. Hal itu bisa dilihat dari masih rendahnya produksi bawang merah di Kabupaten Mukomuko. Namun demikian, satu per satu muncul petani yang mencoba menanam bawang merah. ‘’Belum banyak petani di Mukomuko yang fokus menanam bawang merah. Tapi beberapa petani mulai mencoba tanam bawang merah. Merekalah yang diharapkan bisa terus mengembangkan bawang merah di Mukomuko,’’ ujar Edri Yansen, salah seorang petani senior di bidang holtikultura. BACA JUGA:Police Goes To Market, Program Polsek Lubuk Pinang Jaga Kamtibmas Yansen menyampaikan, bagi petani pemula yang tertarik menanam bawang merah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Penting untuk memilih lahan yang baik, menyiapkan bibit berkualitas, melakukan penanaman dengan tepat, serta melakukan perawatan yang baik agar tanaman bawang merah dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen yang optimal. ‘’Bawang merah menyukai tanah yang cukup lembab, namun tidak tergenang air,’’ tambah Yansen. Hal penting yang harus dilakukan adalah pengolahan tanah dengan baik. Bisa dengan cara dicangkul atau dibajak, untuk memastikan tanah gembur dan siap tanam. Berikan pupuk dasar seperti pupuk kandang atau pupuk kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah. Buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi sekitar 30 cm, dengan jarak antar bedengan sekitar 40-50 cm. Hal ini bertujuan untuk drainase yang baik dan memudahkan perawatan. BACA JUGA:Bangunan Fisik DD Tahap I Talang Petai Tuntas ‘’Pilih bibit bawang merah yang berkualitas, sehat, dan bebas dari hama penyakit,’’ saran Yansen. Bibit bawang merah bisa direndam dalam larutan fungisida atau biopestisida sebelum ditanam, untuk mencegah penyakit moler. Waktu tanam yang baik adalah pada musim kemarau dengan ketersediaan air yang cukup, yaitu pada bulan April/Mei setelah padi dan pada bulan Juli/Agustus. Tanam bibit bawang merah dengan jarak tanam sekitar 10x15 cm atau 15x20 cm, dan pastikan 1/2 bagian umbi bawang tertanam di dalam tanah. Lakukan penyiraman secara teratur, terutama pada pagi dan sore hari, atau saat diperlukan jika cuaca panas atau hujan. Lakukan penyiangan secara rutin untuk membersihkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bawang merah. Lakukan pemupukan susulan dengan pupuk NPK setelah tanaman berumur sekitar 7 hari atau saat daun mencapai tinggi 4 cm. BACA JUGA:Dewan Reses, Warga Manjuto Jaya Keluhkan Kondisi Jembatan Perhatikan adanya hama dan penyakit pada tanaman, dan lakukan pengendalian dengan cara yang tepat, baik secara mekanis maupun menggunakan pestisida yang sesuai. Umur bawang merah siap panen bervariasi antara 60-90 hari, tergantung varietasnya. Ciri-ciri bawang merah siap panen antara lain daun mulai menguning dan sebagian layu, batang sudah mulai lunak, dan umbi sudah mulai membesar. Jika memungkinkan, gunakan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah dan hasil panen yang lebih sehat. Dengan persiapan yang matang dan perawatan yang baik, petani pemula di Mukomuko dapat berhasil menanam bawang merah dan meraih hasil panen yang memuaskan.
Kategori :