Sungai Kongo, Sungai Pemberi Kehidupan dan Kematian
Sungai Kongo, Sungai Pemberi Kehidupan dan Kematian. -Deni Saputra -Screenshot
koranrm.id - Sungai kongo sering disebut sebagai salah satu jalan paling mematikan di dunia. Dilansir dari channel youtube Kendati Demikian, baik karena karakteristik alamnya yang ekstrem atau karena ancaman sosial politik yang melingkupinya. Sebagai sungai terpanjang kedua di Afrika dan terdalam di dunia dengan kedalaman mencapai 220 m.
Dibeberapa titik Sungai kongo melintasi medan yang menantang dan dihuni oleh satwa liar yang berbahaya, seperti buaya nil dan kuda nil serta membawa risiko penyakit dari berbagai jenis parasit dan bakteri. Sungai kongo terkenal dengan alirannya yang deras yang pada beberapa titik mencapai kecepatan sekitar 13 knot atau 24 KM per jam. Disepanjang Sungai kongo menjadi salah satu jeram paling berbahaya di dunia dengan ketinggian air yang bisa mencapai 12 m dan arus yang sangat deras . Jeram-jeram ini telah menjadi tempat tenggelamnya banyak kapal dan perahu baik dalam perjalanan komersial maupun rekreasi dengan kedalaman. Lebih dari 220 M Sungai Kongo menjadi Sungai terdalam di dunia yang menyebabkan adanya arus bawah yang kuat dan seringkali tidak terduga. Arus ini dapat menyeret perahu atau perenang yang tidak siap membuat perjalanan air sangat berbahayaah bagi mereka yang berengam habitat bagi banyak Predator mematikan termasuk buaya dan kuda nil.
Kuda nil meskipun terlihat damai adalah salah satu hewan yang paling banyak menyebabkan kematian manusia di Afrika karena sifatnya yang sangat teritorial dan agresif. Konflik antara penduduk lokal atau pelancong dengan satwa-satwa ini menjadi penyebab umum kecelakaan di sepanjang Sungai Kongo. Sungai kongo melintasi beragam wilayah yang rentan terhadap konflik bersenjata, kejahatan serta pemberontakan. Republik demokratik Kongo telah mengalami ketidakstabilan politik selama beberapa dekade dengan kelompok milisi bersenjata yang menguasai banyak bagian sungai dan berpotensi melakukan serangan atau pemerasan terhadap kapal-kapal yang melintas.
Selain itu Sungai kongo terkenal dengan tingginya resiko penyakit, seperti malaria. Air sungai ini juga dapat menjadi sumber penyakit lainnya, karena banyaknya limbah manusia yang dibuang ke sana. Meningkatkan risiko penyakit menular yang berbahaya bagi masyarakat disepanjang sungai ini.
Sungai kongo memiliki panjang sekitar 4.700 KM mengalir melewati negara di Afrika dan berfungsi sebagai jalur transportasi untuk puluhan juta orang yang tinggal di sekitarnya. Sungai kongo mengalirkan sekitar 41.000 m air per detik ke Samudra Atlantik menjadikannya sebagai sungai dengan debit air terbesar kedua di dunia setelah Sungai Amazon. Selain itu sekitar 75 juta orang di Republik demokratik Kongo bergantung pada sungai ini. Baik secara langsung maupun tidak langsung, sungai ini menjadi akses penting bagi transportasi bagi penduduk di wilayah terpencil. Transportasi sungai di wilayah kongo adalah jalur utama yang menghubungkan berbagai wilayah terpencil di negara tersebut. Terutama di daerah yang sulit dijangkau oleh jalan darat mengingat prasarana darat yang sangat terbatas, Sungai menjadi jalan raya bagi penduduk untuk transportasi barang dan penumpang. Namun di balik penggunaannya yang luas sistem transportasi sungai di Kongo dipenuhi berbagai tantangan baik dari aspek keselamatan, kondisi kapal yang tidak layak, hingga ancaman dari alam serta ketidakstabilan sosial. Banyak kapal yang beroperasi di sungai kongo dan anak-anaknya sudah tua dan tidak dirawat dengan baik. Berdasarkan laporan dari Bank Dunia sekitar 70% dari Armada kapal sungai yang digunakan saat ini tidak memenuhi standar keselamatan. Beberapa kapal bahkan dibangun dari logam bekas atau bahkan diperbaiki secara darurat agar dapat terus berlayar. Tetapi kondisi mereka sangat rapuh serta rentan bocor, hal ini memperbesar risiko kecelakaan di sungai kongo terutama pada saat aliran sungai sedang deras. Kelebihan muatan menjadi masalah umum di sungai kongo banyak kapal membawa penumpang jauh melebihi kapasitas aman. Baik karena kebutuhan ekonomi maupun minimnya kapal yang tersedia. Data menunjukkan bahwa pada tahun-tahun terakhir insiden tenggelamnya kapal sering disebabkan oleh muatan yang terlalu berat. Di sisi lain sebagian besar kapal itu tidak dilengkapi dengan fasilitas keselamatan yang memadai, seperti jaket pelampung atau skoci. Menurut organisasi maritim internasional sebagian besar kecelakaan di sungai kongo menyebabkan kematian massal karena penumpang tidak memiliki perlengkapan penyelamatan. Minimnya fasilitas darurat dan tenaga penyelamat membuat korban kecelakaan seringkali tidak dapat diselamatkan dengan tepat waktu. Berdasarkan laporan resmi dari pemerintah kecelakaan di sungai ini menyebabkan sekitar 300 kematian setiap tahunnya. Meskipun angka ini diyakini lebih tinggi karena banyaknya kecelakaan yang tidak tercatat terutama di daerah terpencil. Tingginya angka kecelakaan ini menjadikan Sungai kongo sebagai salah satu jalur transportasi paling berbahaya di dunia meskipun perjalanan sungai sangat berisiko tetapi banyak penduduk kongo yang tidak memiliki pilihan lain. Sungai menjadi jalur penting untuk perdagangan, komoditas utama, seperti kayu, batu bara serta bahan pangan. Transportasi darat yang sangat buruk terutama di bagian hutan kongo yang sulit untuk diakses membuat sungai menjadi pilihan utamanya meski seringkili dengan harga yang tinggi.
Kekayaan ikan yang dimiliki Sungai Kongo hampir menyamai Sungai Nil. Kemudian hutan di sekitar sungai kongo menjadi habitat bagi gorila, simpanse dan berbagai spesies burung. Hutan kongo menyerap sekitar 1,5 ton karbon per tahun menjadikan hutan ini sebagai bagian penting dalam menjaga keseimbangan iklim dunia. Cekungan drainase Sungai kongo meliputi area seluas 3.457.000 km per mencakup hampir seluruh wilayah negara ini sebagian besar Republik Kongo Afrika Tengah, Zambia Timur, Angola Utara dan sebagian Kamerun dan Tanzania. Sungai memiliki lebih dari 4000 pulau dan lebih dari 50 Pulau memiliki panjang sekitar 10 mil dengan luas semacam itu Sungai kongo menjadi rumah bagi sejumlah besar anak sungai yang membentuk jaringan saluran air terbesar yang dapat dilayari di benua itu.
Kendati demikian kemampuan navigasinya dibatasi oleh rintangan yang tidak dapat diatasi, yaitu serangkaian 32 air terjun tinggi termasuk air terjun yang terkenal bagian paling jauh dari sungai kongo dapat ditemukan di pegunungan timur laut Zambia di sekitar danau tanganyika. Dimana anak sungai terpanjang sungai kongo akan dimulai bernama Sungai Cambesi secara bertahap sungai ini melebar dan menambah kecepatan sampai memasuki Jeram sepanjang 75 mil. Disebut sebagai gerbang neraka.
Tidak hanya menjadi jalur transportasi tetapi juga menyediakan air bersih dan makanan. Banyak desa dan kota yang bergantung pada sungai ini untuk mendapatkan ikan yang menjadi sumber protein utama bagi penduduknya. Selain itu sungai ini menjadi tempat bagi aktivitas pertanian seperti penanaman padi dan jagung. Di sepanjang tepian sungainya yang memanfaatkan banjir tahunan untuk kesuburan tanah. Sungai ini juga memberikan kayu dan produk hutan lainnya yang menjadi bagian dari kehidupan ekonomi bagi penduduk di sekitarnya. Ikan adalah makanan pokok. Di sepanjang Sungai Kongo spesies seperti tilapia, ikan lele dan tiger fish adalah beberapa yang paling sering ditangkap dari sungai ini.