Suriah, Jejak Kejayaan Peradaban yang Terkubur oleh Perang
Suriah, Jejak Kejayaan Peradaban yang Terkubur oleh Perang.-Deni Saputra-Sceenshot
koranrm.id - Suria adalah negeri yang tengah bergema dengan dentuman bom dan menjadi panggung tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. Padahal dulunya Suriah pernah masyhur sebagai pusat peradaban kuno. Kekayaan budaya serta tanah subur yang menjanjikan. Suriah pernah menjadi sebuah panggung teater raksasa tempat di mana peradaban-peradaban besar mementaskan drama kejayaan dan keruntuhan. Dilansir dari channel youtube Kendati Demikian, tanah ini pernah menyaksikan langkah kaki para Firaun. Menyimak gelegar pidato para Kaisar Romawi dan merasakan sentuhan lembut para sufi.
Disini pula di tanah yang disiram oleh sungai efrad dan Tigris alfabet. Pertama dilahirkan kota-kota megah, didirikan kerajaan besar bangkit dan runtuh dan kemudian meninggalkan warisan yang tidak ternilai bagi peradaban manusia damaskus atau juga dikenal dalam bahasa Suriah sebagai asam sering disebut sebagai kota tertua di dunia yang terus dihuni hingga kini. Sejarah kota ini membentang ribuan tahun ke belakang dan menjadi saksi bisu pasang surut peradaban pada abad ke damaskus mencapai puncak kejayaannya. Selama berabad-abad lorong-lorongnya yang sempit dan beratap dipenuhi dengan aroma rempah-rempah, kain sutra yang berkilauwan, kerajinan tangan yang rumit dan suara tawar-menawar yang riuh dan berjalan di antara labirin toko-toko. Ini menjadi sebuah pengalaman sensorik yang membawa kita ke masa lalu ke damaskus menjadiah satu peragangan jalur sutra kota tua damaskus yang dikelilingi tembok Romawi yang kokoh. Labirin jalan-jalan sempit rumah-rumah tradisional halaman yang masjid-masjid, gereja-gereja bersjarah.
Setiap batu yang dipijak saksi bisu perjalanan waktu karena itu unesco mengakui Kota Tua damaskus Sebagai situs warisan dunia. Namunnya konflik berkepanjangan telah meleburkan kota ini. Kehancuran yang tampak mustahil dipulihkan membangun sebuah kota kuno yang pernah menjadi salah satu pusat perdagangan dan budaya terpenting di dunia. Reruntuhan megahnya yang menjulang di bawah terik matahari. Menjadi semacam puisi kesedihan yang menceritakan kisah kejayaan dan kehancuran. Memasuki palmira melalui jalan berkolom megah dan diapit oleh pilar-pilar yang menjulang tinggi adalah seperti memasuki gerbang waktu jalan ini yang dulunya dipenuhi dengan patung-patung dan monumen membentang sepanjang lebih dari 1 km. Menghubungkan berbagai bagian kota termasuk kuilbel teater, Agora serta pemandian kuil bel yang dibangun untuk menghormati Dewa Mesopotamia Bell adalah salah satu bangunan terpenting di palmira. Arsitekturnya yang unik perpaduan antara gaya Yunani Romawi dan Timur dekat mencerminkan karakter Kosmopolitan palmira sebagai Kota persimpangan budaya.
Kuil ini adalah simbol toleransi tempat berbagai agama dipraktikkan secara berdampingan. Namun pada tahun 2015 ISIS telah meledakkan kuil ini. Sebuah tindakan brutal yang mengejutkan dunia dan menjadi simbol kehancuran bagi warisan buday Surya. Tidak kalah penting dari semua itu adalah aleepo atau halap yang merupakan salah satu kota tertua di dunia dengan sejarah yang membentang lebih dari 5.000 tahun terletak di persimpangan jalur sutra. Aleepo menjadi pusat perdagangan budaya dan ilmu pengetahuan yang sangat penting selama berabad-abad. Kota ini terkenal dengan bentengnya yang megah, masjid-masjidnya yang indah atau pasarnya yang ramai serta tradisi kulinernya.
Berbagai kerajaan dan kekaisaran telah berusaha menguasai Suriah untuk mengendalikan rute perdagangan dan memperluas pengaruh mereka di kawasan negara-negara, seperti Rusia, Iran, Turki, Amerika Serikat dan Arab Saudi.