Melalui Pelatihan, Pemdes Teras Terunjam Optimalkan Pemberdayaan Petani
Camat Teras terunjam, membahas mekanisme DD untuk ketahanan pangan yang bisa dikelola petani.-Sahad-Radar Mukomuko
koranrm.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Teras Terunjam, Kecamatan Teras Terunjam, menggelar Pelatihan Pemberdayaan Petani sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Kantor Desa Teras Terunjam, mulai pukul 09.15 WIB.
Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni dari Dinas Pertanian melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Teras Terunjam serta Camat Teras Terunjam. Peserta pelatihan merupakan perwakilan masyarakat yang selama ini aktif dan berkecimpung di sektor pertanian.
Kepala Desa Teras Terunjam, Doni Indra, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan petani lokal, khususnya dalam pengembangan pertanian hortikultura yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi wilayah desa. Melalui pelatihan ini, petani diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kelembagaan, inovasi pertanian, serta dukungan kebijakan pemerintah.
‘’Mayoritas warga Teras Terunjam adalah petani. Adalah penting meningkatkan ilmu dan pengetahuan mereka,’’ ujar Doni.
Narasumber pertama, Syafarni, S.Pt selaku Kepala BPP Teras Terunjam, menyampaikan materi mengenai kelembagaan kelompok tani. Ia menekankan bahwa kelembagaan petani merupakan wadah formal seperti Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berfungsi sebagai sarana belajar bersama, bekerja sama, serta mengembangkan usaha tani secara kolektif.
“Penguatan kelembagaan kelompok tani sangat penting untuk meningkatkan posisi tawar petani, memperluas akses modal dan pasar, mendorong inovasi, serta meningkatkan kesejahteraan melalui perencanaan dan administrasi yang rapi,” jelas Syafarni.
Ia juga memaparkan fungsi utama kelompok tani sebagai kelas belajar, wadah kerja sama, dan unit produksi. Selain itu, disampaikan ciri kelompok tani yang kuat, antara lain adanya pertemuan rutin, rencana kerja bersama, aturan yang disepakati, administrasi tertib, serta pendampingan penyuluh pertanian.
Selanjutnya, narasumber kedua yang juga berasal dari BPP Teras Terunjam, Miarti,S.TP, memaparkan peran strategis Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam mendukung ketahanan pangan desa. KWT dinilai mampu memanfaatkan lahan pekarangan melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk menanam sayur, buah, dan tanaman obat keluarga, guna memenuhi kebutuhan gizi rumah tangga dan menambah pendapatan.
Peran KWT juga mencakup inovasi dan edukasi pangan, pengolahan hasil pertanian bernilai tambah, serta dukungan terhadap program nasional penanganan stunting dan pengendalian inflasi. Dalam kesempatan tersebut, peserta juga dibekali materi pembuatan bokasi sebagai pemanfaatan bahan organik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.
Sementara itu, Camat Teras Terunjam, Oky Hendriyadi, S.STP, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan materi tentang perlindungan dan pemberdayaan petani. Ia menegaskan peran strategis pemerintah desa dalam mendukung sektor pertanian, termasuk pemanfaatan Dana Desa yang dapat diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Melalui pelatihan ini, Pemdes Teras Terunjam berharap petani semakin berdaya, mandiri, serta mampu mengelola usaha pertanian secara optimal demi peningkatan hasil dan kesejahteraan masyarakat desa.