Ketahanan Pangan Hewani Bakal Jadi Program Penutup Desa Tirta Makmur Tahun 2025

Ketahanan Pangan Hewani Bakal Jadi Program Penutup Desa Tirta Makmur Tahun 2025.-Deni Saputra-Radar Mukomuko

koranrm.id – Ketahanan pangan hewani bakal jadi program penutup di Desa Tirta Makmur, Kecamatan Air Manjuto, tahun 2025. Pemerintah desa masih menunggu Tim Pelaksana Kegiatan Khusus (TPKK) Ketahanan Pangan bersurat untuk merealisasikan program tersebut. Berbeda dari tahun sebelumnya, ketahanan pangan tahun ini semuanya direalisasikan oleh TPKK. Maka jika ini terealisasi, artinya program penutup akhir tahun. Namun kalau tak ada gerakan dari TPKK, anggaran ketahanan pangan hewani jadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). 

Pejabat Kepala Desa (Pj Kades) Tirta Makmur, Sutarto, S.AP, menyampaikan, program kegiatan Dana Desa (DD) tahun 2025 sudah terealisasi sampai 99 persen. Baik dari pembangunan fisik, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, stunting, penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) telah tuntas. Satu kegiatan yang belum terealisasi, yakni penyaluran anggaran DD program ketahanan pangan hewani ke TPKK Ketahanan Pangan. Pasalnya sampai sekarang pihaknya belum menerima surat permohonan atau sejenisnya dari TPKK.

“Progres realisasi kegiatan kita tahun sudah 99 persen, tinggal satu lagi, yaitu program ketahanan pangan hewani,”sampainya.

Lanjutnya, berbeda dari tahun sebelumnya, realisasi program ketahanan pangan tahun ini sepenuhnya harus melalui TPKK. Dimana pihak desa hanya melakukan transfer anggaran ke TPKK Ketahanan pangan. Selanjutnya semua, mulai dari pengadaan hewan, pembentukan kelompok serta penyaluran dilakukan TPKK Ketahanan Pangan. Maka dari itu mereka masih menunggu dan berharap TPKK segera berkoordinasi untuk merealisasikan ketahanan pangan hewani.

“Kita masih menunggu dari pihak TPKK bersurat ke pemerintah desa. Karena realisasi program ini seluruhnya TPKK Ketahanan Pangan,”sambungnya.

Lanjutnya, namun kalau memang pihak TPKK tak berprogres sampai akhir tahun, artinya ketahanan pangan hewani batal. Anggaran DD untuk ketahanan pangan hewani Tirta Makmur tahun ini jadi SiLPA. Tetapi kalau seperti itu banyak yang dirugikan karena anggaran tidak terserap. Selain itu warga tidak mendapatkan manfaat dari program yang telah sama-sama dirancang. 

“Tapi kalau tidak juga ada progress dari TPKK, artinya anggaran ketahanan pangan hewani bakal jadi SiLPA. Tapi kami berharap tetap terealisasi, karena cukup disayangkan kalau gagal,”demikian Pj Kades.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan