Diserang Ulat Grayak, Jagung Program Kepatang Desa Berpotensi Gagal Panen
Inilah penampakan tanaman jagung program Sadesahe milik Desa Karya Mulya pasca diserang ulat Grayak.-Dedi Sumanto-Radar Mukomuko
koranrm.id - Hampir semua jagung program Ketahanan Pangan (Ketapang) Satu Desa Satu Hektar (Sadesahe) yang digarap masing-masing desa di wilayah Kecamatan Pondok Suguh Mukomuko, dihantam hama jenis ulat Grayak atau sering disebut ulat daun.
Serangan hama jenis ulat tersebut, membuat tanaman jagung dengan luas 1 Hektar (Ha) yang digarap oleh desa dengan menggunakan dana Ketapang tersebut berpotensi gagal panen. Karena hampir pengelola program Sadesahe ini, baik dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pun dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Khusus yang dibentuk oleh desa.
Sekarang sudah kwalahan untuk mengatasi hama jenis ulat Grayak tersebut. Bahkan dalam 1 Ha lahan jagung tersebut, paling banyak tanaman yang masih bisa diharapkan hanya 50 persen. Selebihnya diprediksi tidak bisa tumbuh akibat serangan ulat Grayak.
Kepala Desa (Kades) Air Bikuk, Aleston, dikonfirmasi mengatakan, lahan jagung dengan luas lebih dari 1 Ha program Ketapang yang mereka garap ini, sudah dua kali diserang hama jenis ulat Grayak atau ulat daun. Serangan pertama umur tanaman jagung lebih kurang 1 Minggu. Serangan pertama ini, dia mengaku bisa diatasi. Setelah mengetahui adanya ulat Grayak, dia sebagai Kades pun ikut turun langsung membentu penyemprotan herbisida untuk membasmi hama ulat daun tersebut.
Setelah penyemprotan herbisida, tanaman jagung tersebut mulai terlihat tumbuh dengan baik. Namun, setelah itu, hingga sekarang ulat Grayak tersebut kembali muncul. Bahkan lebih banyak dari yang sebelumnya. Saat itu juga mereka bersama dengan pengelola turun melakukan penyemprotan bersama.
Namun sadisnya sekarang dilanjutkan Aleston, tanaman jagung itu, sudah tidak bisa tumbuh dengan baik, pucuknya tanaman jagung itu sudah banyak yang patah atau terpotong akibat serangan ulat tersebut. Dan pertumbuhannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
"Ya, tanaman jagung program Ketapang kita, sudah Diserang ulat Grayak dua kali. Jika melihat pertumbuhan jagung kita saat ini, kita sudah pasimis. Dan berpotensi gagal panen, tetapi kita tetap berupaya dengan maksimal untuk merawat tanaman yang masih tersisa ini. Mudah-mudhaja masih ada yang bisa dipanen nantinya," kata Kades Air Bikuk ditemui Selasa,(18/11).
Senada disampaikan Kades Karya Mulya, Heriyanto, SAP, tanaman jagung program Sadesahe milik Desa Karya Mulya, saat ini hampir sama dengan tanaman jagung program Sadesahe milik desa lain. Tanaman jagung mereka juga diserang hama ulat Grayak.
Bahkan tanaman jagung milik Desa Karya Mulya saat ini, yang masih tersisa dan bisa diharapkan hingga panen nanti tinggal 50 persen. Untuk 50 persen lagi, pertumbuhannya sudah tidak normal. Dan sudah tidak bisa diharapkan lagi dan juga berpotensi gagal panen. Padahal untuk perawatannya, sebelum diserang dan sesudah diserang hama ulat, perawatan tanaman jagung itu dilakukan dengan maksimal.
"Tapi tetap saja pertumbuhannya sudah tidak normal. 50 persen tanaman sudah rusak dihantam ulat Grayak. Dan mereka juga berpotensi gagal panen," tambahnya.