Partisipasi Masih Rendah, Pemkab Mukomuko Dorong Warga Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

Pemeriksaan kesehatan Gratis terhadap perangkat desa Suka Maju.-Sahad-Radar Mukomuko

koranrm.id – Meskipun Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Pemerintah Kabupaten Mukomuko kembali aktif di seluruh puskesmas, partisipasi masyarakat dinilai masih belum maksimal. Padahal, program ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah untuk mendorong kesadaran warga akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Jajad Sudrajat, SKM, mengungkapkan bahwa hingga akhir September 2025, baru sekitar 11.170 warga yang telah memanfaatkan layanan ini dari total 14.957 orang yang mendaftar. Angka tersebut masih jauh dari target ideal yang diharapkan mencakup seluruh penduduk Kabupaten Mukomuko sebanyak 201.673 jiwa.

“Kalau dilihat dari data, capaian kita baru sekitar 5 persen dari total penduduk. Artinya, masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan program ini, padahal pemeriksaan kesehatan dasar sangat penting untuk deteksi dini penyakit,” ujar Jajad, Rabu (22/10/2025).

Menurut Jajad, salah satu penyebab rendahnya partisipasi masyarakat adalah masih kurangnya kesadaran akan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Banyak warga yang baru datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala penyakit, bukan untuk pencegahan.

“Budaya kita masih cenderung menunggu sakit dulu baru periksa. Padahal, melalui CKG ini, masyarakat bisa tahu lebih awal kondisi kesehatannya — tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga risiko penyakit tidak menular lainnya,” jelasnya.

Untuk itu, Dinas Kesehatan tengah mengintensifkan sosialisasi ke desa-desa dan sekolah-sekolah, menggandeng tenaga medis puskesmas agar aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan dini.

Program CKG sempat terhenti beberapa minggu sebelumnya akibat perbaikan alat pemeriksaan di sejumlah puskesmas. Kini, setelah seluruh peralatan medis selesai diperbaiki, layanan kembali berjalan normal di 17 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan.

“Alhamdulillah, seluruh puskesmas sudah kembali beroperasi penuh. Masyarakat bisa datang kapan saja untuk memeriksakan diri tanpa dipungut biaya,” kata Jajad.

Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, program CKG menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan dasar berbasis pencegahan. Dengan pemeriksaan rutin, petugas medis dapat mendeteksi potensi penyakit sejak dini dan memberikan saran penanganan sebelum kondisi memburuk.

“CKG ini bukan hanya sekadar layanan gratis, tapi investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegas Jajad.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan bahwa pemeriksaan rutin melalui CKG dapat membantu menekan angka kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi yang selama ini menjadi masalah kesehatan utama di daerah.

Pemerintah daerah berharap masyarakat tidak menunda-nunda untuk datang ke puskesmas. Dengan fasilitas yang kini sudah berfungsi optimal, program CKG diharapkan menjadi kebiasaan positif bagi warga Mukomuko dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.

“Kalau masyarakat rutin memeriksakan diri, bukan hanya kesehatannya yang terjaga, tapi juga bisa mengurangi beban biaya pengobatan di masa depan,” tutup Jajad.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan