Telah Berjalan 50 Persen, Pekerjaan Rabat Beton di Sungai Lintang Terus Dikebut
Telah Berjalan 50 Persen, Pekerjaan Rabat Beton di Sungai Lintang Terus Dikebut -Deni Saputra-Radar Mukomuko
koranrm.id – Pembangunan rabat beton dua jalur Danau Kembang Desa Sungai Lintang, Kecamatan V Koto terus dikebut. Rabat beton ini memiliki volume panjang 124 meter yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025 dengan pagu Rp 118.653.250. Sampai saat ini progres pengerjaan telah berlangsung sekitar 50 persen. Jika tidak ada halangan pembangunan rabat beton dua jalur ini diperkirakan bisa tuntas sekitar satu bulan ke depan. Sebagaimana disampaikan Kades Sungai Lintang, Ariyanto. Ditemui diruang kerjanya. Pada Senin 15 September 2025.
Kades menyampaikan, pihaknya sudah mulai lanjut realisasi program kerja tahap dua. Baik program pembangunan fisik, maupun non fisik. Untuk fisik di tahap dua, masih berfokus ke satu item rabat beton dua jalur. Dimana rabat beton tersebut memiliki volume panjang 124 meter, lebar 2,4 meter dan tebal 18 centimeter. Adapun anggaran pembangunannya berasal dari DD tahap dua dengan jumlah pagu RP 118.653.250. Sampai saat ini pengerjaan pada bangunan rabat beton telah berjalan sekitar 50 persen.
“Di tahap dua ini kita fokus ke pembangunan rabat beton dua jalur yang sekarang pekerjaannya telah berjalan sekitar 50 persen,”ucapnya.
Dijelaskan Kades, jika kondisi cuaca mendukung dan tidak sering hujan, kemungkinan pekerjaan pembangunan rabat beton bisa rampung dalam satu bulan ke depan. Namun kalau cuaca sering hujan, tentu pekerjaan akan berlangsung lebih lama dari estimasi yang direncanakan. Pasalnya pembangunan rabat beton sangat dipengaruhi oleh cuaca. Ketika hujan, pekerja tidak bisa bekerja secara maksimal dan cor beton juga lambat kering.
“Jika cuaca mendukung dan tidak sering hujan, muda-mudahan satu bulan lagi pekerjaan bisa rampung,”tambahnya.
Kemudian ia juga tetap meminta Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) memaksimalkan pengerjaan. Baik maksimal dari segi waktu, kualitas serta mutu bangunan. Karena bangunan jalan seperti ini harus mempunyai kualitas yang bagus. Sebab hasilnya akan dimanfaatkan setiap hari oleh warga. Terlebih jalan tersebut merupakan akses pertanian dan perkebunan.
“Maka kita terus berkoordinasi dengan TPK dan pekerja agar mereka tetap memaksimalkan pengerjaan,”demikian Ariyanto.