55 Persen Irigasi Rusak, Sawah Menjadi Kebun Sawit
Bendung irigasi Air Dikit Kecil di Desa Penarik akan dibangun tahun depan.-Sahad-Radar Mukomuko
koranrm.id - Dari 35 Daerah Irigasi (DI) yang berada dibawah tanggungjawab Kabupaten Mukomuko, hanya 18 DI yang aktif, selebihnya rusak. 50 persen rusak parah atau sama sekali tidak berfungsi untuk pengairan, 5 persen rusak sedang.
Dari total 3.170 hektare lahan sawah yang berada di 35 DI, yaitu di Selagan Raya, Penarik, Ipuh dan Malin Deman, hanya 889 hektare yang aktif digunakan untuk budidaya padi atau layaknya fungsi persawahan. Selebihnya terbangkalai hingga berubah fungsi menjadi perkebunan sawit. Terbanyak lahan sawah yang masih aktif ini berada di Kecamatan Selagan Raya, sekitar 700 hektare, selebihnya di Ipuh dan Malin Deman.
Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Ir. Apriansyah,ST,MT menjelaskan kalau untuk irigasi persawahan yang ada di Lubuk Pinang, V Koto hingga Air Manjuto berada dibawah kendali balai pengairan. Sementara untuk Selagan Raya, Teramang Jaya, Penarik, Ipuh hingga Malin Deman dibawah kabupaten dan inilah yang menjadi pekerjaan berat bidang pengairah.
Irigasi yang mengairi persawahan ini dibangun sekitar 1983 atau era orde baru. Sebagian besar sudah rusak bahkan sama sekali tidak dialiri air lagi, sehingga banyak dialih fungsikan menjadi perkebunan oleh warga.
"Sebagian irigasi ini rusak berat, ada yang jebol, tertutup karena longsor dan bahkan sudah tertimbun sama sekali. Dari data 3.179 hektare data lahan sawahnya, sekarang hanya 889 hektare yang masih aktif. Kebanyakan di Selagan Raya sekitar 700 hektare, kemudian di Ipuh dan Malin Deman yang menggunakan Sistem jaringan irigasi air tanah (JIAT)," kata Apriansyah.
Lanjutnya, untuk perbaikan terhadap yang rusak ini secara bertap tetap dilakukan termasuk penerapan Sistem jaringan irigasi air tanah (JIAT) yang sudah berjalan di Ipuh dan juga nanti akan diupayakan di wilayah Teramang Jaya yaitu Desa Nenggalo dan Kolo Teramang/Teramang Jaya. Terhadap lahan sawah yang sudah dialihfungsikan menjadi sawit, mungkin saja setelah ada irigasi, bisa kembali dijadikan persawahan oleh masyarakat.
"Kita sedang mengajukan untuk didanai pusat perbaikannya, juga dari DAU secara bertahap untuk perehapan. Ini sejalan dengan program pusat yang ingin mewujudkan swasembada hingga Indonesia menjadi lumbang pangan dunia," tutupnya.