Ritual Kasada di Gunung Bromo: Persembahan untuk Sang Pencipta di Kawah Suci
Ritual Kasada di Gunung Bromo: Persembahan untuk Sang Pencipta di Kawah Suci--screenshot dari web.
KORANRM.ID - Gunung Bromo, dengan lanskapnya yang dramatis dan kawahnya yang berasap, adalah salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia. Namun, bagi masyarakat Tengger, Bromo bukan hanya sekadar gunung berapi yang indah, tetapi juga tempat suci yang menjadi pusat spiritualitas mereka. Setiap tahun, masyarakat Tengger menggelar ritual Kasada di kawah Gunung Bromo, sebuah upacara persembahan yang penuh makna dan khidmat.
Asal Usul dan Makna Ritual Kasada
Ritual Kasada berasal dari legenda Roro Anteng dan Joko Seger, pasangan suami istri yang memohon kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) untuk diberikan keturunan. Permohonan mereka dikabulkan, tetapi dengan syarat mereka harus mengorbankan anak bungsunya ke kawah Gunung Bromo.
Dengan berat hati, Roro Anteng dan Joko Seger memenuhi janji mereka. Namun, Sang Hyang Widhi Wasa kemudian memerintahkan agar setiap tahun masyarakat Tengger memberikan persembahan berupa hasil bumi, ternak, dan uang ke kawah Gunung Bromo sebagai pengganti pengorbanan manusia.
Ritual Kasada melambangkan ungkapan syukur atas berkat yang telah diberikan oleh Sang Hyang Widhi Wasa, serta permohonan agar masyarakat Tengger selalu diberikan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Prosesi Ritual Kasada
Ritual Kasada biasanya digelar setiap tanggal 14 bulan Kasada dalam kalender Tengger. Prosesi dimulai dengan persiapan sesaji (persembahan) yang terdiri dari hasil bumi, seperti sayuran, buah-buahan, dan bunga-bungaan, serta ternak, seperti ayam dan kambing. Selain itu, masyarakat juga membawa uang dan barang-barang berharga lainnya untuk dipersembahkan.
Pada malam hari, masyarakat Tengger berkumpul di Pura Luhur Poten, sebuah pura yang terletak di kaki Gunung Bromo. Di sana, mereka mengikuti serangkaian upacara adat yang dipimpin oleh para dukun (pemimpin spiritual). Upacara ini meliputi pembacaan mantra, tarian adat, dan doa-doa.
Menjelang dini hari, masyarakat Tengger mulai mendaki Gunung Bromo menuju kawah. Mereka membawa sesaji di atas kepala atau di dalam keranjang. Sesampainya di kawah, mereka melemparkan sesaji ke dalam kawah sebagai persembahan kepada Sang Hyang Widhi Wasa.
Atmosfer Khidmat dan Sakral
Ritual Kasada di Gunung Bromo selalu dipenuhi dengan atmosfer khidmat dan sakral. Ratusan atau bahkan ribuan masyarakat Tengger dengan khusyuk mengikuti setiap tahapan upacara. Suara gemuruh kawah Bromo, nyala api obor, dan lantunan doa menciptakan suasana yang magis dan memukau.
Selain masyarakat Tengger, ritual Kasada juga menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah dan negara. Mereka datang untuk menyaksikan langsung keunikan dan keindahan tradisi ini.
Dampak Ritual Kasada bagi Masyarakat Tengger
Ritual Kasada memiliki dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat Tengger. Selain sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi Wasa, ritual ini juga mempererat tali persaudaraan antar masyarakat.
Selain itu, ritual Kasada juga menjadi daya tarik wisata yang penting bagi daerah sekitar Gunung Bromo. Banyak wisatawan yang datang untuk menyaksikan ritual ini, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
BACA JUGA:Awal Buruk Timnas U-23 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026, Vanenburg Desak Menang Lawan Makau
Upaya Pelestarian Ritual Kasada
Ritual Kasada adalah warisan budaya yang berharga bagi masyarakat Tengger. Untuk melestarikan tradisi ini, berbagai upaya terus dilakukan, seperti:
• Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ritual Kasada.
• Mendokumentasikan dan mempublikasikan informasi tentang ritual Kasada.
• Melibatkan generasi muda dalam pelaksanaan ritual Kasada.
• Menjaga kelestarian lingkungan Gunung Bromo.
Kesimpulan
Ritual Kasada di Gunung Bromo adalah persembahan yang tulus dari masyarakat Tengger kepada Sang Pencipta. Ritual ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari identitas dan spiritualitas masyarakat Tengger. Dengan menyaksikan ritual Kasada, kita dapat memahami lebih dalam tentang filosofi hidup masyarakat Tengger yang harmonis dengan alam dan spiritualitas.