Viral! Rayyan Arkan Dikha dan Tarian Aura Farming Pacu Jalur
Viral! Rayyan Arkan Dikha dan Tarian Aura Farming Pacu Jalur--Sumber Ai
KORANRM.ID - Gelombang digital saat ini membawa dunia pertanian ke ranah baru yang tak terbayangkan sebelumnya. Fenomena terbaru datang dari sosok muda bernama Rayyan Arkan Dikha, seorang kreator konten sekaligus pegiat pertanian yang berhasil mencuri perhatian publik melalui inovasi uniknya: Tarian Aura Farming di ajang Pacu Jalur 2025. Perpaduan antara budaya lokal, gaya anak muda, dan pesan lingkungan membuat penampilannya viral di media sosial, memantik diskusi hangat tentang cara baru mengemas pertanian agar relevan dengan generasi sekarang.
Rayyan, yang sejak lama dikenal aktif dalam komunitas petani milenial, berhasil menyulap panggung tradisi menjadi ruang interaktif yang menghadirkan harmoni antara musik, tari, dan simbol-simbol pertanian ramah lingkungan. Tarian Aura Farming yang ditampilkannya bukan sekadar hiburan, melainkan medium komunikasi kreatif untuk menyampaikan pentingnya pertanian berkelanjutan. Gerakan tari yang ia ciptakan menggambarkan siklus kehidupan tanaman—dari menanam, merawat, hingga panen—sekaligus menjadi ajakan untuk kembali mencintai bumi.
Mengapa hal ini menjadi viral? Karena Rayyan mampu menggabungkan dua hal yang sangat dekat dengan masyarakat: tradisi budaya Pacu Jalur yang sarat nilai kebersamaan, dan isu keberlanjutan pertanian yang semakin relevan di tengah krisis iklim. Penampilannya menumbuhkan rasa bangga lokal sekaligus menghadirkan perspektif baru bahwa pertanian bisa dikemas dengan cara kreatif, segar, dan penuh energi. Video pertunjukan tersebut dalam waktu singkat menembus jutaan tayangan di TikTok, Instagram, hingga YouTube, menjadikan Rayyan sosok inspiratif yang mengubah cara orang memandang pertanian.
Lebih dari sekadar tontonan, aksi Rayyan membawa dampak nyata. Komunitas petani muda mulai tergerak untuk membuat konten kreatif bertema pertanian, memadukan praktik budidaya dengan seni visual, musik, hingga narasi storytelling. Anak-anak sekolah di beberapa daerah bahkan menirukan gerakan Aura Farming sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler. Fenomena ini membuktikan bahwa pertanian bisa menjadi tren gaya hidup, bukan sekadar profesi yang dipandang kuno.



Viral! Rayyan Arkan Dikha dan Tarian Aura Farming Pacu Jalur--screenshot dari web.
BACA JUGA:Update Kecamatan Sungai Rumbai 4 Desa Selesai Evaluasi Perubahan
Dari sisi ekonomi, viralnya Tarian Aura Farming membuka peluang promosi baru bagi produk pertanian lokal. Banyak UMKM pangan dan hasil tani yang ikut memanfaatkan momentum ini dengan mem-branding produknya lewat tema “Aura Farming”, menciptakan koneksi emosional antara konsumen dan petani. Tak hanya itu, festival Pacu Jalur sendiri turut diuntungkan karena menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang ingin menyaksikan kombinasi tradisi dan inovasi ini secara langsung.
Rayyan sendiri menegaskan bahwa tujuannya bukan semata mencari popularitas, melainkan menyampaikan pesan: pertanian adalah seni kehidupan. Baginya, menanam adalah ibadah, merawat adalah bentuk cinta, dan panen adalah wujud syukur. Dengan bahasa tubuh melalui tarian, ia berhasil menjembatani kesenjangan antara generasi muda yang lebih akrab dengan dunia digital dan realitas pertanian yang masih membutuhkan tenaga, perhatian, serta dedikasi.
Fenomena ini juga menjadi cerminan bagaimana budaya lokal dapat bersinergi dengan inovasi modern. Pacu Jalur, yang selama ini dikenal sebagai tradisi mendayung perahu panjang di sungai, kini semakin kaya makna karena di dalamnya tertanam pesan pertanian berkelanjutan. Perpaduan inilah yang membuat publik merasa terhubung secara emosional, sehingga viralitasnya meluas dengan cepat.
Ke depan, Tarian Aura Farming berpotensi menjadi gerakan nasional. Jika dikemas dengan konsisten, ia bisa berkembang menjadi kampanye edukasi lingkungan, penguatan ekonomi petani, sekaligus promosi wisata budaya. Pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan sektor swasta memiliki peluang besar untuk mendukung inisiatif ini agar tidak berhenti hanya sebagai tren viral, tetapi menjadi gerakan yang membangun kesadaran kolektif.
Rayyan Arkan Dikha telah membuktikan bahwa pertanian bisa menembus panggung digital dan budaya populer, bahkan mengguncang tradisi sebesar Pacu Jalur. Dari viralitas ini, lahir inspirasi baru bahwa masa depan pertanian Indonesia tak hanya ada di sawah, tetapi juga di ruang-ruang kreatif yang memadukan seni, budaya, dan teknologi.
Referensi:
FAO. (2023). Youth and Agriculture: The Key to Sustainable Development.
Gliessman, S. (2022). Agroecology: Leading the Transformation to a Just and Sustainable Food System. CRC Press.
Altieri, M. A., & Nicholls, C. I. (2020). Agroecology and Resilient Food Systems.