Kesulitan Lokasi Tanam Jagung, Pemdes Pauh Terenja Manfaatkan Lahan Makam
Kesulitan Cari Lokasi Tanam Jagung, Pemdes Pauh Terenja Manfaatkan Lahan Makam.-Deni Saputra-Radar Mukomuko
koranrm.id – Persiapan tanam jagung satu desa satu hektar program ketahanan pangan di Desa Pauh Terenja, terus dilakukan. Walaupun sempat kesulitan mencari lokasi lahan tanam, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat tidak tinggal diam. Dengan penuh pertimbangan, lokasi tanam jagung di Pauh Terenja cukup berbeda dari yang lain. Pasalnya Pemdes setempat, memanfaatkan lahan makam desa yang belum terisi untuk dijadikan lokasi tanam jagung ketahanan pangan. Sebagaimana disampaikan Kades, Rodi Hartono, SH.
Kades mengatakan, sejujurnya mereka di Pauh Terenja cukup kesulitan mencari lahan untuk dijadikan lokasi tanam jagung ketahanan pangan. Pasalnya kondisi wilayah desa, yaitu perkebunan sawit dan persawahan. Untuk area persawahan saat ini sedang melakukan turun tanam Musim Tanam (MT) dua. Sehingga tidak ada lahan sawah yang bisa dimanfaatkan untuk tanam jagung. Sedangkan kalau ingin menunggu habis musim tanam padi, yaitu pada Oktober mendatang. Sedangkan kalau tanam jagung Oktober akan terlmbat sampai jagung tersebut panen.
“Kami sejujurnya cukup kesulitan mencari lahan yang bisa dijadikan lokasi tanam jagung. Apalagi sekarang sedang musim sawah sampai Oktober,”kata Kades.
Namun walaupun demikian, tak mematahkan semangat untuk menyukseskan program tanam jagung satu desa satu hektar. Dengan penuh pertimbangan, pihaknya di internal desa bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Khusus ketahanan pangan sepakat memanfaatkan lahan makam. Pasalnya lahan makam di desanya cukup luas dan belum penuh. Sehingga sebagian lahan yang belum di isi diolah untuk lokasi penanaman jagung ketahanan pangan. Selain makam ada juga lahan lain yang telah disiapkan. Maka untuk lokasi tanam jagung ketahanan pangan akan ada dua lokasi.
“Tapi kami tetap berusaha, akhirnya diputuskan menggunakan lahan makam yang belum terpakai sebagai salah satu tempat untuk tanam jagung,”tambah Kades.
Masih dikatakan Kades, dalam pengelolaan lahan makam, mereka menyewa alat berat. Perhitungannya, biasa yang dikeluarkan sewa alat berat jauh lebih murah dibanding untuk sewa tanah. Artinya memanfaatkan lahan makan dan sewa alat berat lebih masuk akal untuk mendukung program tanam jagung ketahanan pangan tersebut. Dalam waktu dekat, program ini segera mereka lakukan.
“Karena dari pada kita sewa lahan, perhitungannya lebih murah sewa alat berat untuk menyiapkan lokasi di makam,”demikian Kades.