Petani Arah Tiga Maksimalkan Pertumbuhan Padi dengan Pemupukan Kedua
Petani Arah Tiga Maksimalkan Pertumbuhan Padi dengan Pemupukan Ke Dua.-Deni Saputra-Radar Mukomuko
koranrm.id – Tak terasa, saat ini sudah masuk pertengahan Musim Tanam (MT) II tahun 2025 dengan pola tanam padi di wilayah Daerah Irigasi (DI) Manjuto Kiri. Petani DI Manjuto Kiri, khususnya di Desa Arah Tiga, Kecamatan Lubuk Pinang, telah melakukan pemupukan ke-2. Dengan usia tanaman padi berkisar 30 sampai 45 hari setelah tanam (HST). Berdasarkan data lapangan wartawan media ini, sampai sekarang belum terlihat ledakan hama yang berakibat fatal terhadap tanaman padi petani.
Bachir, petani desa setempat, mengatakan, memang mayoritas petani DI Kiri di Arah Tiga, mulai melakukan pemupukan padi yang kedua. Usia pemupukan padi kedua oleh para petani cukup beragam. Biasanya pemupukan kedua ini, usia tanaman padi berkisar 35 sampai 45 HST. Pada umur tersebut pembentukan malai menjelang pengisian bulir padi. Artinya sebelum padi bunting atau tumbuh bulir, petani sudah pemupukan ke dua.
“Posisi sekarang kami para petani mulai melaksanakan pemupukan yang kedua,”tuturnya.
BACA JUGA:Menimbang Tes Kemampuan Akademik dalam Etika Islam
Masih dikatakannya, tanaman padi miliknya sendiri telah dilakukan pemupukan kedua dengan usia 40 HST. Sejuah ini pertumbuhan tanaman cukup berjalan baik dan sehat. Begitu juga dengan pertumbuhan padi petani lain cukup berjalan baik. Pasalnya belum ada informasi ada tanaman padi petani yang mati akibat serangan hama. Terlebih semua petani juga sudah mengantisipasi dengan rajin melakukan pengendalian hama. Biasanya per satu minggu petani rutin melakukan penyemprotan insektisida guna pengendalian hama.
“Alhamdulillah tanaman padi tumbuh dengan baik belum ada informasi ledakan hama. Karena kita juga rutin melakukan pengendalian hama,”tambahnya.
BACA JUGA:Ini Kemeriahan HUT Ke-80 RI Di Kecamatan Pondok Suguh
Ketua Kelompok Tani Juragan Sakti I Desa Arah Tiga, mereka juga sudah mulai melakukan pemupukan ke dua. Memang sejak awal MT II, turun tanam lebih dipercepat. Hal tersebut sebagai bentuk antisipasi menghadapi pengeringan irigasi DI Manjuto Kiri pada September mendatang. Muda-mudahan ketika pengeringan bulir padi tinggal menunggu pematangan bulir padi dan tanaman juga tidak lagi butuh air banyak.
“Kami juga sudah melakukan pemupukan ke dua agar padi tumbuh maksimal dan juga nantinya tidak terdampak pengeringan,”tutupnya.