Batik Kawung: Simbol Kesempurnaan dan Keseimbangan dalam Budaya Jawa

Batik Kawung: Simbol Kesempurnaan dan Keseimbangan dalam Budaya Jawa--screenshot dari web.

KORANRM - Batik Kawung adalah salah satu motif batik tradisional Indonesia yang paling dikenal dan dihormati. Dengan desain geometrisnya yang khas, motif ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga kaya akan makna filosofis yang mendalam. Artikel ini akan membahas sejarah, makna, dan berbagai jenis motif Batik Kawung.

Sejarah dan Asal Usul Batik Kawung

Motif Kawung diperkirakan telah ada sejak abad ke-13 dan diciptakan oleh salah satu Sultan kerajaan Mataram. Sultan Agung Hanyokrokusumo dari kerajaan Mataram (1593–1645) menciptakan motif kawung sebagai hadiah simbolis untuk putranya selama upacara suksesi kekaisaran. Inspirasi motif ini berasal dari buah kolang-kaling dari batang pohon aren atau binatang kuwangwung. Pada awalnya, motif ini hanya boleh dikenakan oleh keluarga kerajaan dan dianggap memberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keadilan kepada pemakainya.

Makna Filosofis Batik Kawung

Motif Kawung memiliki makna filosofis yang mendalam, terutama terkait dengan konsep kesempurnaan, kemurnian, dan kesucian. Susunan geometrisnya yang rapi dan simetris melambangkan keteraturan dan keseimbangan alam semesta. Selain itu, motif ini juga dikaitkan dengan konsep suwung yang berarti kekosongan nafsu dan hasrat duniawi, yang mengarah pada pengendalian diri dan pencapaian kedamaian batin. Motif kawung mencerminkan titik pusat kekuatan dan kekuasaan di alam semesta dan dalam diri manusia. Motif ini juga melambangkan perwujudan empat kekuatan inti alam semesta (angin, air, api, bumi) dan mengingatkan pemimpin untuk menguasai empat kemampuan komunikasi: dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, dan alam.

Jenis-Jenis Motif Batik Kawung

Seiring perkembangan zaman, motif Kawung mengalami berbagai variasi. Beberapa jenis motif Kawung yang populer antara lain:

• Kawung Picis: Motif kawung yang terdiri dari lingkaran-lingkaran kecil. Picis adalah mata uang kecil bernilai 10 sen.

• Kawung Bribil/Gidril: Motif kawung dengan bentuk yang lebih besar dari kawung picis. Bribil adalah mata uang yang lebih besar dari picis, bernilai setengah penny atau 25 sen.

• Kawung Sen: Bentuk oval kawung yang lebih besar dari kawung bribil, sesuai dengan koin satu penny di era kolonial.

• Kawung Kemp Long: Jenis motif kawung yang paling besar.

• Kawung Beton: Motif batik kawung yang dihiasi dengan bentuk empat lingkaran dengan dua titik persegi panjang. Beton berasal dari nama biji nangka dalam bahasa Jawa, yang menyimbolkan bahwa perbuatan baik tidak selalu ditampakkan di luar.

BACA JUGA:Rumoh Aceh: Warisan Budaya dengan Arsitektur Panggung dan Filosofi Mendalam

• Kawung Cacah Gori: Motif kawung dengan cacahan gori (nangka muda).

• Kawung Geger: Motif kawung besar yang diisi dengan motif kawung yang lebih kecil di dalamnya. Batik ini dianggap sakral dan hanya boleh dipakai oleh raja dan keluarga dekatnya.

• Kawung Kopi/Sari: Terdiri dari ornamen utama berupa oval, dengan garis yang membagi menjadi dua bagian, menyerupai bentuk buah kopi yang pecah.

• Kawung Sekar Ageng: Terdiri dari empat bulatan oval yang diubah menjadi bentuk yang sedikit persegi. Setiap ornamen utama memiliki tiga garis (sawut) diikuti tiga titik (cecek). Motif ini juga mengandung isen berupa empat bentuk belah ketupat kecil.

• Kawung Semar: Terdiri dari empat bulatan oval besar dengan bentuk oval yang lebih kecil di dalam ornamen utama. Motif isen pada kawung semar berupa cecek (titik) di dalam lingkaran kawung. Di tengah ornamen utama, terdapat isen berbentuk belah ketupat yang diisi dengan cecek dan beberapa titik dalam rangkaian melingkar.

• Kawung Buntal: Campuran antara kawung pecis dengan motif floral, khususnya bunga kenikir. Motif isen pada kawung buntal terdiri dari bentuk oval kecil yang dibagi menjadi dua bagian dan belah ketupat dengan ukuran kecil, sedang, dan agak besar di tengah ornamen utama.

• Kawung Bunga: Empat bulatan oval yang dibuat menyerupai bentuk bunga (kembang). Ornamen utama berupa lingkaran oval dengan isen berupa garis di setiap ujung lingkaran kawung. Di tengah lingkaran kawung, terdapat isen berupa deretan titik dalam arah melingkar, membentuk lingkaran kecil dengan empat titik di luar lingkaran.

• Kawung Seling: Ornamen utama berbentuk hampir sama dengan kawung kembang, yaitu lingkaran oval yang diselingi bentuk bunga. Namun, ukuran dan variasi bunganya tidak sama dan dibuat dengan perbedaan warna yang mencolok. Motif isen pada kawung seling berupa isen bertitik yang berbentuk seperti garis (telapak tangan), ditempatkan pada motif bunga.

Batik Kawung bukan hanya sekadar kain dengan motif yang indah, tetapi juga merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia yang kaya akan makna dan nilai-nilai filosofis. Dengan memahami sejarah dan makna motif Kawung, kita dapat lebih menghargai keindahan dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan