Harga Beras Terus Naik, Pemkab Mukomuko Siapkan Operasi Pasar

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten Mukomuko Elxsandi Ultria Dharma.-Sahad-Sceenshot

koranrm.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko akan menggelar operasi pasar sebagai langkah strategis untuk menstabilkan harga beras yang belakangan mengalami lonjakan. Dalam operasi pasar ini, sebanyak 30 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog Divre Bengkulu akan didistribusikan ke seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Mukomuko.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma, menyampaikan bahwa masing-masing kecamatan direncanakan akan mendapatkan alokasi 2 ton beras. Pendistribusian akan difokuskan di pasar-pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

"Operasi pasar ini akan kita mulai minggu depan. Saat ini, kami masih melakukan koordinasi dengan lintas sektoral untuk menetapkan hari dan lokasi kegiatan secara pasti," ujar Elxsandi saat dikonfirmasi pada Kamis (7/8/2025).

BACA JUGA:Timnas Putri U-17 Indonesia Tergabung di Grup C Kualifikasi Piala Asia U-17 2026

Elxsandi menegaskan, kebijakan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi kenaikan harga beras yang dinilai cukup memberatkan masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.

"Tujuan utama kami adalah menekan lonjakan harga beras di pasaran agar tetap berada pada level yang wajar dan terjangkau oleh masyarakat," tambahnya.

Beras SPHP yang akan didistribusikan dikenal memiliki kualitas layak konsumsi dengan harga di bawah pasar komersial, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Pemkab juga memastikan bahwa pendistribusian akan dilakukan secara merata ke seluruh kecamatan agar tidak ada wilayah yang terlewatkan. Pasar tradisional akan dijadikan titik distribusi utama guna memudahkan akses bagi warga.

BACA JUGA:Dua Orang Perangkat Desa Pauh Terenja Dilantik

Sebagai bagian dari persiapan, Dinas Ketahanan Pangan dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi bersama camat, aparat keamanan, dan perwakilan Bulog guna menyusun teknis pelaksanaan operasi pasar agar berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran.

"Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan tekanan inflasi akibat kenaikan harga bahan pokok, khususnya beras, dapat diminimalisasi, dan daya beli masyarakat tetap terjaga," pungkas Elxsandi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan