Mukomuko Alami Inflasi Pada Bulan Juli 2025 Sebesar 0,80 Persen

Mukomuko Alami Inflasi Pada Bulan Juli 2025 Sebesar 0,80 Persen.-Sahad-Radar Mukomuko

koranrm.id – Badan Pusat Statistik Kabupaten Mukomuko kembali menggelar Berita Rillis Statistik (BRS) Indek Harga Konsumen (IHK) bulan juli 2025. Kali ini rillis dipimpin oleh Rolian Ardi, SST, M.T selaku kepala BPS Kabupaten Mukomuko. Dari data yang disampaikan Ardi mengatakan bahwa pada bulan juli ini dibandingkan bulan Juni lalu, Kabupaten Mukomuko mengalami kenaikkan atau terjadi inflasi sebesar 0,80 persen. Sedangkan perbandingan pertahunnya yaitu juli 2025 dibandingkan Juli 2024 lalu juga terjadi kenaikkan atau inflasi sebesar 1, 01 persen.  sedangkan berdasarkan hitungan tahun kalender terjadi inflasi sebesar 1,59 persen. 

“Dari data yang ditayangkan ini jelas sekali bahwa Kabupaten Mukomuko berdasarkan hitungan bulan ke bulan yaitu dari bulan Juni sampai ke Juli 2025 ini, terjadi inflasi atau kenaikkan sebesar 0.80 persen ya,” kata Ardi

Ada 4 kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikkan inflasi dari bulan ke bulan.yaitu ada pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau terjadi inflasi sebesar 1,75 persen. pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen, kemudian pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,10 persen dan transfortasi sebesar 0,52 persen. 

BACA JUGA:Pj Kades Berangan Mulya Sudah Diusulkan ke Tingkat Kabupaten

Komoditas pendorong terjadinya inflasi atau pendorong yaitu ada daging ayam ras, beras, bawang merah ayam hidup dan tomat. Sedangkan komoditas penahan nya terdapat udang basah, wortel, kembang kol, minyak goreng dan gula pasir. 

Ardi kembali menjelaskan bahwa berdasarkan inflasi dari tahun ke tahun terdapat 6 kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi pada bulan juli ini, yang mengalami deflasi ada pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar, -0,04 persen, sedangkan pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,14 persen. reklasi, olah raga dan budaya daflasi sebesar -0,42 persen terakhir pendidikan terjadi deflasi sebesar – 18,68 persen. 

Komoditas pendorong dan penahan inflasi dari tahun ketahun yaitu komoditas pendorong yang lebih dominan seperti santan segar, emas perhiasan, beras, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, dan bawang merah. Sedangkan kelompok penahannya yang lebih dominan yaitu,  cabai merah, sekolah menengah atas, jeruk, terong dan bensin. 

BACA JUGA:Semarakkan HUT Ke-80 Kemerdekaan Indonesia

“ Kami tim BPS akan tetap memantau dan mendata secara akurat terkain perkembangan inflasi di Kabupaten Mukomuko, dan keseimbangan inflasi ini tidak akan lepas dari kerjasama tim dari pememerintah daerah,” utup Ardi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan