Gerakan Pramuka Jadi Pilar Pembentukan Karakter Anak

Gerakan Pramuka Jadi Pilar Pembentukan Karakter Anak.--Sceenshot

koranrm.id - Kemendikdasmen saat ini pererat kolaborasi dengan Kwartis Nasional Gerakan Pramuka. Kolaborasi tersebut bagian dari strategi nasional untuk memperkuat pendidikan karakter.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengatakan bahwa Pramuka adalah laboratorium kepemimpinan bangsa. Melalui kegiatan kepramukaan yang penuh semangat, kolaborasi, dan kedisiplinan, peserta didik tidak hanya memperoleh pembelajaran berbasis nilai, tetapi juga untuk menumbuhkan karakter yang tangguh untuk generasi bangsa Indonesia masa depannya.

"Pramuka melatih anak menjadi manusia yang jujur, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan zaman. Kami ada giat percaya, pendidikan karakter harus dibangun sejak dini, dan Pramuka adalah salah satu medium yang paling efektif," kata Fajar.

BACA JUGA:Ratapan Yatim Piatu

 Kabar gembira disampaikan Wamen Fajar saat mengumumkan bahwa pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 yang menetapkan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di semua satuan pendidikan dasar dan menengah. Langkah ini diambil setelah melihat urgensi memperkuat nilai-nilai Pancasila, tanggung jawab sosial, serta ketahanan karakter di tengah tantangan era digital.

Aturan itu juga mengusung semangat Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kegiatan perkemahan salam Pramuka juga bertujuan untuk membiasakan peserta menjalani kehidupan sehat dan bermakna. Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dibiasakan adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

 Sementara Direktur SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Maulani Mega Hapsari, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wahana konkret dalam menginternalisasi kebiasaan baik dalam kehidupan para siswa.

BACA JUGA:Tips Memilih Warna Cat yang Tepat: Ciptakan Suasana Impian di Rumah Anda

"Seluruh aktivitas selama perkemahan dalam kegiatan Pramuka, mulai dari orientasi kelompok, kegiatan rotasi, malam persahabatan, hingga aksi sosial di masyarakat tentu dirancang untuk mencerminkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menjadi program prioritas kami di kementrian pendidikan dasar danemegah," jelasnya.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen (Purn.) Budi Waseso, mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mengembalikan posisi strategis Pramuka dalam dunia pendidikan. Ia menyatakan bahwa karakter tidak dibentuk dari ceramah, melainkan dari pengalaman langsung seperti yang dialami peserta selama kemah.

"Perkemahan dalam Pramuka salah satu yang bisa buktikan bahwa pembiasaan sederhana bisa mencetak generasi hebat. Pramuka adalah pendidikan karakter sejati, yang praktek langsung oleh para peserta dalam kegiatan kemah," ujarnya.

Dia juga mengingatkan bahaya narkotika dan dampak negatif teknologi digital, yang hanya bisa dihadapi dengan ketahanan karakter. Menurutnya, gerakan Pramuka harus hadir sebagai benteng moral dan sosial bagi generasi muda, dan karena itu terus memperluas kegiatan ke seluruh Indonesia.

BACA JUGA:Membuat Suasana Rumah Lebih Tenang: Oasis Kedamaian di Tengah Hiruk Pikuk

Dengan ditetapkannya Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib bagi satuan pendidikan dasar dan mengah. Kegiatan ini diyakini sebagai model pembinaan karakter yang bisa direplikasi secara nasional, dan menjadi bagian integral dari strategi mencapai Indonesia Emas 2045.

Sebuah masa depan di mana generasi muda Indonesia tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kuat secara moral, sosial, dan spiritual.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan