Banyak Perangkat Desa Mengundurkan Diri, Ketua BKAD Buka Rahasia
Ketua BKAD Kecamatan Penarik sedang menyampaikan penjelasan dalam acara arisan forum Kades.-Sahad-Radar Mukomuko
koranrm.id - Pada tahun 2025 banyak perangkat desa di Kabupaten Mukomuko, yang mengundurkan. Tidak jarang dalam satu desa perangkat yang mengundurkan diri lebih dari satu orang.
Beberapa alasan yang menyebabkan perangkat desa mengundurkan diri diantaranya karena diterima kerja di tempat lain. Ada juga yang beralasan ingin fokus mengurus rumah tangga, dan lain sebagainya.
Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Penarik, Wasno, mengatakan bahwa dirinya banyak menerima keluhan dari sesama perangkat desa.
Sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) yang dipandang senior, ia seringkali diminta pendapat serta saran oleh perangkat dari desa lain.
"Beban kerja menjadi salah satu alasan seorang perangkat desa mengundurkan diri. Ini menjadi bukti bahwa tugas perangkat desa tidak ringan," ujar Wasno dalam acara arisan forum Kades se-Kecamatan Penarik, baru-baru ini.
BACA JUGA:Harga Karet Alam Naik di Awal Pekan, Tembus Rp28.555 per Kilogram di Bursa SGX Sicom
BACA JUGA:Timnas Voli Putri Indonesia Siap Bangkit di SEA V League 2025, Targetkan Lolos ke AVC 2026
Di hadapan para Kades, Wasno menyampaikan sikap Kades terhadap perangkat desa sangat besar pengaruhnya. Begitu juga dengan suasana kerja di kantor.
"Meskipun beban kerja berat, jika Kades memiliki hubungan emosional yang erat serta selalu memberikan dukungan terhadap perangkat desa, pekerjaan akan terasa ringan. Sebaliknya, jika Kades maunya pekerjaan selesai dan tidak mau tahu dengan kondisi perangkat desa, maka mengundurkan diri dianggap langkah terbaik," ungkap Wasno.
Kades Mekar Mulya, Adi Sutikno, mengatakan beberapa perangkat desanya mengundurkan diri. Hal tersebut sempat membuat dirinya pusing. Pasalnya bukan hanya tahun ini saja, tahun sebelumnya juga ada perangkat desa yang mundur.
"Kalau banyak perangkat yang mundur Kades pusing juga. Ketika merekrut yang baru, harus belajar lagi dari nol. Disisi lain, pekerjaan harus selesai tepat waktu," demikian Adi Sutikno.