Ciptakan Pilkades PAW Berkualitas, Tunggal Jaya Gelar Sosialisasi Kedua
Sosialisasi Pilkades PAW 1 di Tunggal jaya.-Sahad-Radar Mukomuko
koranrm.id – Pemerintah Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, menggelar sosialisasi kedua terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antar Waktu (PAW), Rabu pagi, 30 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di aula kantor desa setempat dan menjadi lanjutan dari sosialisasi pertama yang telah dilaksanakan pada Senin, 30 Juni 2025, bersamaan dengan pembentukan panitia Pilkades PAW.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tunggal Jaya, Sujarwo, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mewujudkan Pilkades PAW yang berkualitas, sesuai aturan, dan minim konflik.
“Kami ingin Pilkades PAW ini berjalan dengan aman, lancar, tanpa masalah di kemudian hari. Masyarakat bisa memilih sesuai dengan hati nurani, tanpa tekanan dari pihak mana pun,” ujar Sujarwo.
Ia menjelaskan bahwa sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, dengan harapan masyarakat memahami sistem pelaksanaan Pilkades PAW yang berbeda dari Pilkades reguler.
“Pilkades PAW tidak sama dengan Pilkades biasa. Hal ini harus dipahami masyarakat agar tidak terjadi salah persepsi,” tegasnya.
BACA JUGA:Lupakan Kekecewaan di Piala AFF U-23, Timnas Indonesia Fokus Tatap Kualifikasi Piala Asia
BACA JUGA:Arah Tiga Siap Jadi Tuan Rumah Upacara HUT RI Ke-80
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mukomuko, Abdul Hadi, S.Sos, menjelaskan bahwa pemilih dalam Pilkades PAW bukan berasal dari seluruh warga, melainkan berdasarkan kriteria tertentu.
“Pemilih dalam Pilkades PAW tidak terbatas jumlahnya, tapi disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Pemilih berasal dari kalangan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh petani, serta tokoh-tokoh lain di desa. Selain itu, ada juga perwakilan wilayah, masing-masing sebanyak lima orang,” terang Abdul Hadi.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah desa berharap pelaksanaan Pilkades PAW di Tunggal Jaya dapat berjalan demokratis, transparan, dan menghasilkan pemimpin desa yang dipercaya masyarakat.