Bupati Mukomuko Imbau Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Mengantar anak ke sekolah pada hari pertama, masih didominasi ibu-ibu.-Sahad-Radar Mukomuko
koranrm.id – Dalam rangka mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Bupati Mukomuko mengeluarkan himbauan kepada seluruh ayah, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko, untuk mengantar anak mereka ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah.
Imbauan ini disampaikan melalui surat resmi Bupati Mukomuko, merujuk pada Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 7 Tahun 2025 tanggal 10 Juli 2025 serta surat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Nomor 481/PK/02/J.8/2025 tanggal 11 Juli 2025.
Ada dua poin utama dalam imbauan tersebut. Pertama, para ASN dan Non-ASN laki-laki yang memiliki anak usia sekolah diimbau berpartisipasi dalam gerakan ini. Kedua, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diminta untuk menginstruksikan seluruh kepala sekolah PAUD, SD, dan SMP agar menghimbau wali murid laki-laki untuk mengantar anak mereka di hari pertama sekolah.
BACA JUGA:Bidan Desa Minta Dukungan Operasional dari Pemerintah Desa
Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran ayah dalam pendidikan dan perkembangan anak, serta menumbuhkan kedekatan emosional antara ayah dan anak sejak hari pertama sekolah.
Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang merupakan program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif ayah dalam pengasuhan anak dan pembangunan keluarga, serta mencegah dampak negatif dari ketidakhadiran ayah dalam keluarga (fatherless).
GATI mendorong ayah untuk lebih terlibat secara emosional dan fisik dalam keluarga, berbagi peran domestik, dan menjadi figur teladan, pelindung, serta sahabat bagi anak-anaknya.
Program ini berfokus pada peningkatan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, pendampingan remaja, dan membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan seimbang.
BACA JUGA:Petani Arah Tiga Menjerit, Butuh Pupuk Bersubsidi NPK Phonska
GATI menggunakan berbagai pendekatan, termasuk layanan konsultasi, pendekatan berbasis sekolah (SEBAYA), pembentukan konsorsium ayah teladan, dan pendekatan berbasis komunitas desa/kelurahan.
Dengan adanya GATI, diharapkan dapat tercipta keluarga yang lebih berkualitas, anak-anak yang lebih percaya diri, beretika, dan penuh kasih sayang.
Dengan kata lain, GATI bukan hanya sekadar gerakan, tetapi juga sebuah upaya untuk menciptakan keluarga yang lebih baik dengan melibatkan ayah secara aktif dalam setiap aspek perkembangan anak.