Bendung Jebol, Sawah di Desa Penarik Ditanami Sawit
sawah di Desa Penarik sudah ditanami sawit.-Sahad-Radar Mukomuko
koranrm.id - Pada awal 2025 lalu, tepatnya pertengahan Januari, bendung Sungai Air Dikit Kecil jebol.
Bendung tersebut berada di Desa Penarik, Kecamatan Penarik. Setelah 6 bulan berlalu belum nampak tanda-tanda akan dilakukan perbaikan.
Kesabaran petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Maju Makmur, sepertinya mulai habis. Hal ini bisa dilihat dari kondisi di lapangan dimana sebagian besar sudah dialihfungsikan menjadi kebun sawit.
Dari sekian 8 Hektare (Ha) yang awalnya sawah, tidak kurang 5 Ha diantaranya saat sudah ditanami sawit. Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Poktan Maju Makmur, Sudiyanto, Selasa 8 Juli 2025.
"Awalnya kami tanam padi tiga kali dalam setahun. Bulan Januari lalu bendung jebol akibat banjir. Karena bendung tidak kunjung diperbaiki, petani sudah mulai menanam sawit di sana," jelas Sudiyanto.
Dikatakan Sudiyanto, jika pemerintah tidak cepat tanggap dengan memperbaiki bendung, tidak menutup kemungkinan seluruh sawah di area ini akan berubah menjadi kebun sawit.
BACA JUGA:Tahapan Pilkades PAW di Tunggal Jaya Dimulai
"Melihat kondisi yang ada, saya tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah kawan-kawan juga melakukan alih fungsi lahan," tambah Sudiyanto.
Sudiyanto menceritakan, awalnya area sawah di wilayah ini tidak kurang dari 25 Ha. Seiring dengan berjalannya waktu, luas sawah terus berkurang. Masyarakat lebih memilih menanam sawit dibandingkan tanam padi. Alasannya sangat masuk akal. Tanam sawit tidak serumit menanam padi. Meskipun perawatan tidak serius, sawit bisa dipanen dua kali dalam sebulan.
"Dulu sawah di sini sekitar 25 hektar, belakangan tersisa 8 hektar, dan saat ini terus berkurang," ungkap Sudiyanto.
Masih Sudiyanto, saat awal bendung jebol, dirinya sudah melaporkan kepada pemerintah. Ia berharap pemerintah turun tangan melakukan perbaikan bendung, karena petani tidak bisa melakukan secara swadaya. Hanya saja, pemerintah belum merespons sesuai harapan petani.
BACA JUGA:Lubuk Sanai II Penutup Monev APBDes Tahap I di XIV Koto
"Sejak bendung jebol, air tidak bisa masuk ke sawah. Dan petani tidak bisa tanam padi. Akhirnya kawan-kawan tanam palawija sambil menunggu tanaman sawit besar," jelas Sudiyanto.