Guru BK Harus Berperan Aktif Bentuk Karakter Peserta Didik
Guru BK Harus Berperan Aktif Bentuk Karakter Peserta Didik.--Sceenshot
koranrm.id - Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG), meluncurkan Program Pengembangan Kompetensi Bimbingan dan Konseling (BK) yaitu dalam bentuk Bimbingan Teknis Fasilitator Nasional Program Pengembangan Kompetensi BK untuk guru jenjang Pendidikan dasar dan menengah.
Program ini menjadi Langkah yang strategis Kementrian Pendidikan Dasar dan Menegah (Kemendikdasmen) guna menguatkan peran guru BK dalam mendorong prestasi dan jati diri peserta didik.
Dengan adanya pengembangan ini diharapkan kedepan guru BK berperan aktif untuk membentuk karakter anak. Kemudian guru BK juga harus jadikan sekolah sebagai rumah bagi anak-anak.
Mendikdasmen, Badul Mu ti, menyoroti tentang pendekatan knowing dan doing dalam pendidikan karakter untuk peserta didik. Menurutnya, pendekatan knowing merupakan pendekatan dalam berusaha membangun wawasan, pengetahuan, serta berbagai macam hal yang berkaitan dengan masalah kesadaran yang bersifat intelektual.
Sedangkan pendekatan doing adalah pendekatan yang berbasis dari membangun sebuah kebiasaan seperti program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
"Pengembangan potensi guru ini adalah tahapan penting dalam rangka mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Sekaligus untuk meluruskan arah pendidikan bertujuan menumbuhkan peserta didik menjadi generasi Indonesia yang memiliki kecerdasan, ketrampilan, kemandirian, serta cinta tanah air, dan demokratis," ungkap Abdul Mu ti.
Oleh karena itu lanjutnya, peran guru BK dalam hal ini jangan hanya menjadi wadah bagi peserta didik bermasalah, guru BK harus memegang peranan penting dalam melakukan pendampingan kepada semua peserta didik melalui dua pendekatan tersebut.
Sejatinya, setiap peserta didik memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing, dan tugas guru BK khusunya adalah mendampingi, mengembangkan, dan melatih potensi mereka. Dia berharap program ini akan menumbuhkan banyak ide dan berbagai praktik baik guru BK di satuan pendidikan seluruh Indonesia.
BACA JUGA:1 Hektare Sawit Panen 2 Kali Satu Bulan Dengan Hasil 2,5 Ton Syaratnya Bibit Unggul dan Napas Kedua?
"Para guru BK harus memiliki banyak referensi dan metode pembelajaran serta pendampingan. Sehingga para peserta didik bisa merasa sekolah menjadi rumah kedua baginya. Mari ciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan sebagai pondasi bagi tumbuh kembang murid secara optimal," harapnya.
Sementara Direktur Jenderal GTKPG, Nunuk Suryani, mengatakan bahwa saat ini dunia pendidikan sedang menghadapi tantangan yang makin kompleks. Selain ilmu pengetahuan, peserta didik juga membutuhkan dukungan emosional yang hadir melalui pendampingan guru BK di setiap satuan pendidikan.
"Dengan adanya Bimbingan Teknis Fasilitator Nasional ini, para guru akan dibekali berbagai kompetensi strategis. Ada 7 Jurus BK Hebat yang dirancang untuk memperkuat peran guru BK sebagai pendamping, fasilitator, dan motivator bagi murid. Adapun 7 jurus tersebut meliputi Kenali Potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga Konsistensi, Jalin Koneksi, Bangun Kolaborasi, dan Menata Situasi," jelas Nunuk.
BACA JUGA:Bagaimana Cara Kerja Mobil Listrik Secara Sederhana
Ditambahkan Nunuk, Kemendikdasmen menaruh harapan besar agar program guru BK menjadi tonggak penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai moral, karakter, dan kepedulian sosial.
"Kedepan kami ingin melihat para guru bisa percaya diri dalam menjalankan peran strategisnya sebagai tenaga pendidik, tenaga pembimbing, pendamping tumbuh kembang anak, dan penjaga keselamatan psikologis murid. Mari bersama-sama kita baju membahu untuk tingkatkan kompetensi guru dalam memberikan bimbingan dan konseling secara maksimal kepada anak, sehingga terwujudnya sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan bagi semua anak seluruh Indonesia," pungkasnya.