Harga Karet Alam Mei 2025
Harga Getah Karet Semakin Bergairah--screnshoot dari web
koranrm.id - Pada awal Mei 2025, harga karet alam di tingkat petani di Provinsi Bengkulu menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Menurut laporan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, harga getah karet kering mencapai Rp15.000 per kilogram, sementara karet basah dibanderol sekitar Rp12.000 per kilogram .
Kenaikan harga ini memberikan dampak positif bagi petani karet di Bengkulu, meningkatkan pendapatan mereka dan mendorong semangat untuk meningkatkan produksi serta kualitas getah karet. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan harga ini antara lain:
Peningkatan Permintaan Global: Permintaan karet alam di pasar internasional mengalami peningkatan, terutama dari negara-negara industri seperti China dan India.
Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: Nilai tukar rupiah yang stabil terhadap dolar AS memberikan keuntungan bagi eksportir karet, sehingga harga di tingkat petani ikut terdongkrak.
Kebijakan Pemerintah: Dukungan pemerintah melalui program-program peningkatan kualitas dan produktivitas karet turut berkontribusi pada peningkatan harga.
Dengan kondisi harga yang menguntungkan ini, petani diharapkan terus menjaga kualitas getah karet dan memanfaatkan momentum untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Memasuki akhir Mei harga getah karet alam mengalami penurunan signifikan di pasar global, termasuk di Indonesia.
BACA JUGA:Warga Arah Tiga Ikuti Sosialisasi Bahaya Paham Radikalisme
Faktor Penyebab Penurunan
Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga karet alam pada periode ini antara lain:
Prospek Pasokan yang Lebih Kuat: Produsen utama di Asia mulai memasuki fase panen utama, meningkatkan pasokan global.
Harga Minyak yang Lebih Rendah: Penurunan harga minyak turut menekan harga karet alam.
Kondisi Cuaca: Prakiraan hujan lebat di Thailand, produsen karet terbesar dunia, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan produksi.
Permintaan Global: Meskipun permintaan dari China tetap kuat, faktor-faktor lain seperti nilai tukar dan kebijakan perdagangan turut mempengaruhi harga.
Penurunan harga ini berdampak langsung pada pendapatan petani karet, terutama di daerah-daerah penghasil utama seperti Sumatra dan Kalimantan. Fluktuasi harga yang tajam dapat menyulitkan perencanaan keuangan dan investasi bagi petani.
Untuk menghadapi fluktuasi harga, petani dan pelaku industri disarankan untuk:
BACA JUGA:Mobil Kinclong, Hati Tentram Rahasia Merawat Body Kendaraan Agar Tetap Mengkilap
Mengembangkan produk turunan karet untuk menambah nilai tambah.
Peningkatan Kualitas: Meningkatkan kualitas getah karet agar mendapatkan harga jual yang lebih baik.
Pemantauan Pasar: Aktif memantau perkembangan harga di bursa internasional dan kebijakan pemerintah terkait.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan petani dan pelaku industri karet dapat lebih resilien menghadapi dinamika pasar global.