INDAHNYA BERBAGI DI BULAN RAMADAN

Puasa.-Ahmad Kartubi-Sceenshot

Oleh : TRININGSIH,S.H.I

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Teras Terunjam

Bulan Ramadan bulan penuh ampunan serta bulan di mana setiap hela napas bernilai tasbih dan setiap amal dilipatgandakan, pintu kedermawanan terbuka lebar. Rasulullah SAW yang dikenal sebagai manusia paling dermawan, justru menjadi jauh lebih dermawan saat Ramadan tiba—ibarat angin yang berhembus kencang membawa rahmat bagi sesama.

Sahabat muslim yang di Rahmati oleh Alloh pernahkah anda memperhatikan senyum seorang pemulung saat menerima sebungkus takjil di pinggir jalan? Atau binar mata anak yatim saat mengenakan baju baru hasil santunan? Di bulan Ramadan, pemandangan seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua. Bahwa kebahagiaan sejati tidak ditemukan saat kita menggenggam erat apa yang kita miliki, melainkan saat kita melepaskannya untuk mereka yang membutuhkan. Mari kita selami lebih dalam, mengapa berbagi menjadi ibadah yang paling indah di bulan suci ini.

Bulan Ramadan bukan sekadar momen untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan madrasah bagi jiwa untuk mengasah kepedulian sosial. Di bulan yang penuh berkah ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan salah satu amalan yang paling dicintai Allah serta Rasul-Nya adalah berbagi kepada sesama.

Berikut adalah ulasan mengenai indahnya berbagi di bulan Ramadan 

1. Meneladani Kedermawanan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW adalah manusia paling dermawan, namun kedermawanan beliau memuncak saat memasuki bulan Ramadan. Beliau digambarkan lebih cepat memberi daripada angin yang berhembus. Berbagi tidak harus menunggu kaya; sekecil apa pun pemberian kita, ia akan menjadi peneduh di hari kiamat nanti.

2. Pahalanya Setara dengan Orang yang Berpuasa

Salah satu keindahan berbagi di bulan Ramadan adalah kesempatan mendapatkan pahala "dobel". Dengan memberikan hidangan berbuka (ifthar) kepada orang lain, kita mendapatkan pahala puasa orang tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Barangsiapa memberi perbukaan (makanan berbuka) kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun." (HR. Tirmidzi).

3. Melipatgandakan Keberkahan Harta

Banyak yang merasa takut hartanya berkurang jika bersedekah. Padahal, dalam konsep Islam, berbagi justru membuka pintu-pintu rezeki yang tidak disangka-sangka dan membersihkan harta dari hak orang lain.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 tentang perumpamaan orang yang berinfak:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261).

4. Mempererat Tali Persaudaraan (Ukhuwah)

Berbagi menciptakan senyum di wajah kaum dhuafa dan mempererat ikatan kasih sayang antar sesama muslim. Ramadan menjadi momen di mana kasta sosial memudar, berganti dengan semangat kebersamaan di meja makan atau di masjid-masjid.

Kesimpulan

Indahnya berbagi di bulan Ramadan terletak pada ketulusan hati. Mulailah dari hal kecil: berbagi takjil di jalan, menyisihkan uang untuk santunan anak yatim, atau membantu tetangga yang kesulitan. Ingatlah, tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan