Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Jelang Lebaran
Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Jelang Lebaran, Pemda Mukomuko Gelar Pasar Murah.-Amris-Radar Mukomuko
Pemda Mukomuko Gelar Pasar Murah
koranrm.id - Selain memantau pergerakan harga di lapangan, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas perindustrian, perdagangan, koprasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) menggelar pasar murah. Kegiatan ini ditujukan untuk pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan yaitu lebaran idul fitri 1447 hijriah.
Pasar murah dilaksanakan di dua lokasi, pertama di depan kantor Disperindagkop-UKM di lingkungan perkantoran Pemda Mukomuko. Kedua di Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh, Disperindagkop-UKM bekerjasama dengan Koperasi merah putih (KMP) setempat. Pasar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok. Diantaranya beras, minyak goreng, telur, tepung, sirup ABC dan lainnya, termasuk ada makanan atau kue yang sudah jadi.
Kepala Disperindagkop-UKM Mukomuko, Syafriadi menjelaskan, pasar murah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga barang pokok di bulan ramadhan menjelang idul fitri 1447 hijriah atau 2026 masehi.
Pasar murah yang dipusatkan di depan kantor Disperindagkop-UKM akan berlangsung selama 3 hari, yaitu mulai tanggal sampai dengan tanggal 4 maret 2026. Masyarakat bisa datang berbelanja dari pagi sampai siang. Di pasar murah ini disediakan berbagai kebutuhan pokok, termasuk kebutuhan menghadapi lebaran nanti. Selain di depan kantor Disperindagkop-UKM, pasar murah juga ada di Ipuh yang dilaksanakan bekerjasama dengan KMP pulai payung.
“Kalau yang di kantor itu 4 hari, sedang di Ipuh akan berjalan 6 hari, ini dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga barang pokok di bulan ramadhan menjelang idul fitri,” katanya.
Lanjutnya, kegiatan pasar murah atau operasi pasar kemungkinan akan terus dilakukan pemerintah untuk pengendalian harga jelang lebaran idul fitri. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau, khususnya selama Ramadan dan menjelang hari raya.
Selain membantu masyarakat berpenghasilan rendah jelang labaran, ini juga menjadi strategi konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah. Berdasarkan pemantauan, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dalam beberapa pekan terakhir dipicu oleh faktor distribusi, cuaca dan fluktuasi pasokan.
“Intinya, bagaimana kita pemerintan bisa terus membantu warga dalam menghadapi lebaran dengan pengedalian harga bahan pangan agar tidak naik. Tentu ini termasuk upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi,” tutupnya.