Siap Berbagi Ilmu dan Pengalaman, Pegiat Mukomuko Sediakan Formula Pertanian Organik Berbasis Bakteri

Edry Yansen, pengiat organik Mukomuko.-Sahad-Radar Mukomuko

koranrm.id – Pegiat pertanian organik Kabupaten Mukomuko, Edry Yansen, menyatakan kesiapannya untuk menyuplai berbagai formula organik berbasis bakteri guna memenuhi kebutuhan petani di daerah tersebut. Komitmen ini sekaligus menjadi wujud kesiapan dirinya untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam pengembangan pertanian organik yang berkelanjutan.

Edry mengungkapkan, saat ini ia telah memiliki enam jenis F0 atau biang (indukan mikroorganisme) yang menjadi fondasi utama dalam pengembangan pupuk, pestisida, fungisida hingga herbisida organik.

“F0 yang kami pelihara ada enam macam. Ini bisa dikembangkan tanpa batas, tergantung kebutuhan. Kalau ada yang membutuhkan dalam jumlah besar, kami siap,” ujar Edry.

Menurutnya, F0 merupakan kunci dalam produksi berbagai formula organik. Dari indukan tersebut, mikroorganisme dapat diperbanyak untuk menghasilkan produk yang berfungsi sebagai pengendali hama dan penyakit tanaman sekaligus pembenah unsur hara tanah.

Tak hanya menyediakan formula, Edry juga membuka ruang diskusi dan konsultasi bagi petani, kelompok tani, maupun pihak lain yang ingin melakukan uji coba produk organik. Ia berharap semakin banyak petani yang beralih ke sistem budidaya ramah lingkungan demi menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Namun demikian, Edry mengakui pengembangan F0 dan produk turunannya tetap membutuhkan pendampingan dari pemerintah daerah serta lembaga yang memiliki legalitas resmi. Salah satunya melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) yang melibatkan unsur teknis, termasuk Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), guna memastikan produk pertanian memenuhi standar keamanan pangan.

Pengembangan pertanian organik di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dinilai memerlukan pengawasan dan pendampingan teknis yang berkelanjutan, termasuk dari tingkat provinsi. Pemerintah Kabupaten Mukomuko sendiri menyoroti pentingnya pendampingan bagi petani yang mulai beralih dari pola konvensional ke sistem organik agar budidaya berjalan efektif dan sesuai standar.

Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko juga aktif melakukan pendataan terhadap petani organik, baik di sektor tanaman pangan maupun hortikultura, guna memastikan pembinaan dilakukan secara tepat sasaran. Selain itu, Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Bengkulu yang berada di bawah Badan Standardisasi Instrumen Pertanian turut berperan dalam penguatan kapasitas dan pendampingan lembaga penerap standar.

Di lapangan, tantangan transisi dari pertanian konvensional ke organik masih cukup besar. Oleh sebab itu, pengawasan intensif sangat diperlukan agar pemanfaatan bantuan sarana produksi pertanian organik dari pemerintah provinsi maupun pusat dapat dimaksimalkan oleh kelompok tani di Mukomuko.

Dengan dukungan pendampingan teknis dan pengawasan yang memadai, upaya pegiat seperti Edry Yansen diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pertanian organik yang sehat, produktif, dan berkelanjutan di Mukomuko.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan