Dinkes Mukomuko Perkuat Pencegahan HIV/AIDS, Skrining Aktif hingga Kolaborasi Lintas Sektor

Dinas Kesehatan Mukomuko.-Sahad-Radar Mukomuko

koranrm.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko terus memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS melalui pendekatan aktif dan kolaboratif. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya temuan kasus HIV di Provinsi Bengkulu sepanjang 2025.

Kepala Dinkes Mukomuko Jajat Sudrajat, SKM menyebutkan, strategi utama yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan rutin atau skrining secara berkala, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi. Skrining dilakukan melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) guna mendeteksi dini potensi penularan.

“Kami melakukan pemeriksaan aktif kepada kelompok yang memiliki risiko tinggi, termasuk pekerja di tempat hiburan dan panti pijat. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Satpol PP,” ungkapnya.

Selain pemeriksaan langsung, Dinkes juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS. Kampanye ini bertujuan menghilangkan stigma serta meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Berdasarkan data Januari hingga September 2025, Provinsi Bengkulu mencatat 161 kasus baru HIV. Wilayah tertinggi berada di Kota Bengkulu dengan 102 kasus per September 2025. Bahkan, hingga Juli 2025 tercatat 70 kasus baru, dan laporan awal 2026 menyebut total temuan sepanjang 2025 mencapai 126 kasus.

Kasus di provinsi ini didominasi kelompok usia produktif 17–40 tahun. Faktor risiko tertinggi berasal dari perilaku seks berisiko, termasuk Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL). Namun, tingginya angka tersebut juga dinilai dipengaruhi peningkatan skrining dan pelacakan aktif oleh petugas kesehatan.

Sementara itu, Kabupaten Mukomuko termasuk daerah dengan temuan relatif rendah. Pada 2024 tercatat dua kasus, sedangkan wilayah terendah lainnya adalah Kepahiang dengan tujuh kasus.

Perkuat Skrining dan Pengobatan

Dinkes Mukomuko memastikan, setiap penderita HIV yang terdeteksi akan mendapatkan pengobatan rutin sesuai standar layanan kesehatan. Pemerintah daerah juga meningkatkan skrining masif pada populasi kunci guna mencegah penularan lebih luas.

Upaya pencegahan turut diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan organisasi masyarakat, pemuda, serta lembaga sosial untuk mendukung edukasi dan pengawasan bersama.

Masyarakat juga diimbau untuk menghindari perilaku seks bebas, penyalahgunaan narkoba, serta penggunaan jarum suntik secara bergantian yang berisiko tinggi menularkan HIV.

Dinkes menegaskan, peningkatan kasus yang terjadi bukan semata-mata karena lonjakan penularan, tetapi juga hasil dari intensifikasi skrining yang lebih masif dan terarah. Dengan pendekatan aktif dan kolaboratif ini, diharapkan penyebaran HIV di Kabupaten Mukomuko tetap terkendali dan kesadaran masyarakat semakin meningkat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan