ETIKA MENJAGA LISAN DAN PERBUATAN SAAT BERPUASA

Puasa dan Pengendalian Diri Bagaimana Ramadhan Melatih Kesabaran dan Disiplin--screnshoot dari web

Oleh : Adi Marius.SH

(Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lubuk Pinang )

Assalamu’alaikum,Wr.Wb

Islam ajaran sempurna, tidak saja mengatur hubungan manusia dengan Sang Khaliq Allah SWT, namun secara detail mengatur hubungan antar sesama manusia. Menjaga ucapan agar tidak menyakiti orang lain dalam melakukan interaksi sosial menjadi amat penting, bahkan kedudukannya ikut mempengaruhi kualitas ibadah dan merupakan ciri keimanan. 

Al-Qur’an Surat Qaf ayat 18 Allah berfirman: 

“Tidak ada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir“.

Menjaga lisan dan perbuatan merupakan etika krusial dalam berpuasa untuk mencapai kesempurnaan ibadah, bukan sekadar menahan lapar dan haus. Puasa sejatinya adalah perisai yang menuntut pengendalian diri dari gibah, dusta, kata kasar, dan perilaku sia-sia. Menjaga lisan (berbicara baik atau diam) dan anggota tubuh (mata, telinga, tangan, hati) dari dosa sangat penting agar pahala puasa tidak sia-sia. 

Etika Menjaga Lisan dan Perbuatan saat Berpuasa:

• Menghindari Perkataan Sia-sia dan Kotor: Wajib menjauhi ghibah (menggunjing), fitnah, dusta, adu domba, dan perkataan kasar.

• Mengendalikan Emosi: Jika diprovokasi atau diajak bertengkar, disunnahkan untuk berkata "Sesungguhnya aku sedang berpuasa".

• Menjaga Anggota Tubuh: Mata dijaga dari pandangan haram, telinga dari mendengar hal buruk, dan tangan/kaki dari perbuatan maksiat.

• Optimalisasi Ibadah: Mengisi waktu dengan membaca Al-Qur'an, zikir, dan sedekah, bukan tidur berlebihan atau melakukan perbuatan sia-sia.

• Menjaga Hati: Membersihkan hati dari penyakit hati seperti hasad dan iri, yang bisa menggugurkan pahala puasa. 

Ibadah utama bulan suci Ramadhan adalah berpuasa, umat Islam dianjurkan menjauhi larangan Allah. Namun ada hal yang dilarang tetapi kadang diabaikan oleh orang puasa yaitu berkata kasar dan bergunjing serta berbohong meskipun kadang bercanda.

 Dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda : 

 “Dari Abu Hurairah beliau bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian di suatu hari sedang berpuasa, maka janganlah dia berkata kotor dan berbuat kebodohan dan sia-sia. Bila dia dicaci oleh orang lain atau diperangi, maka hendaklah dia mengatakan, “Sesungguhnya saya sedang berpusa.” (HR Muslim).

Begitu jelas ajaran Islam melarang berkata kotor saat sedang berpuasa. Berpuasa tetapi tidak menjaga lisannya tidak mendapat nilai dari puasanya, 

sesuai hadits Rasulullah saw yang artinya

 “Orang yang tidak menjauhi perkataan dusta dan mengamalkan dusta, maka tak ada hajat bagi Allah untuk menilai ibadah puasanya, meskipun ia bersusah payah menjauhi makanan dan minuman” (HR. Bukhari).

Wassalam.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan