Telah Pengajuan I, Pemdes SKP Bersiap Realisasi Program Kegiatan
Telah Pengajuan I, Pemdes SKP Bersiap Realisasi Program Kegiatan. -Deni Saputra-Radar Mukomuko
koranrm.id - Pemerintah Desa Suka Pindah (SKP), Kecamatan Lubuk Pinang, telah berhasil melakukan pengajuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahap I tahun 2026. Pihak desa juga telah bersiap merealisasikan program kerja yang telah ditetapkan dalam APBDes. Baik realisasi pembangunan fisik berupa buka badan Jalan Usaha Tani (JUT), maupun program kerja lainnya.
Kaur Keuangan SKP, Anita, mengatakan, tak mau tinggal dengan desa lain, mereka dari SKP juga telah melakukan pengajuan tahap I. Pasca dapat rekomendasi kecamatan, berkas pengajuan tahap I langsung diserahkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mukomuko. Saat ini proses pengajuan telah berjalan, merek dari desa menunggu tahapan selanjutnya. Pengajuan cepat diharapkan bisa pencairan cepat, baik pencairan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Karena keduanya sama-sama penting dalam melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak. Bahkan mereka sangat berharap sebelum lebaran idul fitri mendatang sudah bisa menerima pencairan tahap I. Sehingga program kerja di tahap satu bisa segera direalisasikan.
“Alhamdulillah kita dari Desa SKP sudah berhasil melakukan pengajuan ADD dan DD tahap satu, sekarang masih dalam proses menuju pencairan,”katanya.
Lanjutnya, selain itu aparatur desa juga bisa menerima penghasilan tetap (siltap) jelang lebaran. Adapun program kerja yang kemungkinan bakal direalisasikan diawal, seperti Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Supaya para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa sedikit terbantu jelang lebaran. Mereka bisa memanfaatkan uang bantuan nantinya untuk membeli kebutuhan-kebutuhan pokok, seperti tulur, gula, minyak, beras dan lain-lain. Artinya memang anggaran DD sangat ditunggu jelang lebaran ini.
Berkenaan dengan pembangunan, kemungkinan hanya mengarah ke satu item, yakni pembukaan badan JUT yang baru. Itupun jika anggaran DD masih cukup, seperti diketahui DD reguler yang bisa digunakan oleh pemerntah desa jauh menyusut.
“Harapan bersama anggaran tahap satu bisa cair jelang lebaran, paling tidak ada program yang bisa direalisasikan, salah satunya mungkin penyaluran BLT-DD,”tutupnya.