Pemkab Mukomuko Tambah Kuota LPG 3 Kg untuk Jawab Keluhan Warga
LPG bersubsidi hanya untuk masyarakat miskin.-Sahad-Radar Mukomuko
koranrm.id - Pemerintah Kabupaten Mukomuko bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kesulitan memperoleh gas LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon. Memasuki awal Ramadan, pemda memastikan pasokan ditambah guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di tingkat pangkalan.
Tambahan kuota sebanyak 8.400 tabung LPG 3 kg disalurkan melalui dua agen resmi mitra Pertamina, yakni PT Gresik Putra Abadi dan PT Cahaya Bintang Lestari. Distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan di 279 pangkalan yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Mukomuko.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Mukomuko, Hutri Wahyudi, menegaskan bahwa hingga saat ini distribusi LPG subsidi di wilayahnya masih berjalan normal.
“Selama bulan Ramadan, kondisi pasokan gas elpiji 3 kilogram masih stabil dan aman. Belum ditemukan adanya kelangkaan di lapangan. Kuota tambahan ini diharapkan bisa memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pemda bersama PT Pertamina (Persero) juga memperketat pengawasan distribusi. Petugas lapangan rutin melakukan monitoring ke agen dan pangkalan guna mencegah praktik penimbunan serta penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).
Distribusi dilakukan menggunakan sistem antar-jemput dengan armada truk. Dalam satu periode pengiriman, distribusi bisa mencapai hingga 5.000 tabung yang disalurkan ke berbagai pangkalan di seluruh wilayah Mukomuko.
Selain memastikan kelancaran distribusi saat Ramadan, Disperindagkop dan UKM juga memastikan bahwa kuota LPG subsidi tahun 2026 tidak mengalami pengurangan. Secara keseluruhan, Kabupaten Mukomuko memperoleh alokasi sebanyak 1.467.333 tabung metrik ton untuk tahun ini. Kuota tersebut diprioritaskan bagi rumah tangga kurang mampu, pelaku usaha mikro, nelayan, serta petani.
Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah daerah bersama Pertamina juga menyiapkan langkah antisipatif berupa rencana penambahan kuota tambahan. Kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan konsumsi di lapangan dan menunggu keputusan resmi dari pihak Pertamina.
“Kami bersama Pertamina akan terus memantau kebutuhan masyarakat. Jika terjadi peningkatan konsumsi menjelang Idul Fitri, tentu akan ada penyesuaian tambahan kuota agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan gas,” tutup Hutri.