Giliran Jagung Sadesahe Desa Suka Pindah Dipanen
Giliran Jagung Sadesahe Desa Suka Pindah Dipanen.-Deni Saputra-Radar Mukomuko
koranrm.id – Rabu 21 Januari 2026 giliran jagung ketahanan pangan satu desa satu hektar (sadesahe) Desa Suka Pindah, Kecamatan Lubuk Pinang, dipanen. Pihak desa mengklaim hasil panen cukup memuaskan dan sesuai target. Walaupun hingga berita ini ditulis, proses panen masih berlangsung. Setelah panen selesai, masih lanjut proses perontokan, yakni pemisahan biji jagung dari tongkolnya. Seperti disampaikan Kades Suka Pindah, Dedi Sumarlin, kepada wartawan media ini.
Kades mengatakan, tanaman jagung ketahanan pangan program sadesahe Suka Pindah berhasil tumbuh dengan baik. Pasca ditanam pada September 2025 lalu, kondisi jagung sudah layak dipanen. Tim Pelaksana Kegiatan Khusus (TPKK) Ketahanan Pangan berkoordinasi dengan pemerintah desa soal kondisi jagung. Atas dasar itu, mereka di Suka Pindah melakukan panen jagung sadesahe. Proses panen melibatkan pihak-pihak terkait, mulai dari pendamping, kecamatan, penyuluh pertanian, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan lainnya.
“Kita hari ini (kemarin red) kami melaksanakan kegiatan panen jagung sadesahe sesuai dengan laporan TPKK bahwa jagung bisa dipanen,”katanya.
Kemudian soal hasil belum berani disampaikan secara angka. Tapi melihat kondisi jagung tersebut, pihaknya dari desa bisa memastikan hasil panen memuaskan. Adapun alasan belum bisa menyampaikan hasil panen secara rinci, proses panen belum selesai. Pasca jagung dipanen, lanjut proses perontokan. Dimana proses perontokan, yakni memisahkan biji jagung dari tongkolnya. Rencananya jagung ketahanan pangan sadesahe bakal dijual dengan kondisi kering.
“Untuk hasil belum tau jumlahnya, tapi melihat kondisi tanaman kami yakin hasil akan sangat memuaskan,”tambahnya.
Ketika disentil soal tempat menjual, Kades mengatakan diserahkan ke TPKK. Biarlah pihak TPKK mencari pembeli jagung tersebut. Namun demikian, rencananya hasil panen jagung ini akan dioper ke pihak Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Bengkulu. Ia juga berharap pihak Bulog bisa melakukan penyerapan terhadap jagung ketahanan pangan di Suka Pindah dengan harga sesuai ketetapan pemerintah.
“Harapan kami jagung ini tetap diserap oleh pihak Bulog. Tapi semua urusannya kita serahkan ke TPKK,”tutupnya.