Ghana: Negara Kaya yang Dijuluki Pantai Emas, Tapi Bangkrut Karena Hutang

Ghana-Deni Saputra -Screenshot

 

koranrm.id - Gana adalah negara yang terletak di Afrika barat yang menjadi contoh negara dengan sumber daya alam yang melimpah. Namun mengalami kebangkrutan akibat hutang. Negara ini dikenal sebagai salah satu produsen coklat terbesar di dunia serta memiliki peran penting dalam industri alumunium di Afrika.

Dilansir dari chanel youtube “Doczon” Gana juga dianugerahi kekayaan mineral termasuk emas, berlian, bijih alumunium, batu kapur serta biji besi. Selain itu Gana memiliki cadangan minyak dan gas alam yang melimpah. Dimana perusahaan perminyakan nasional Gana yang dikelola pemerintah memainkan peran utama dalam industri minyak dan gas di negara ini.

Kendati demikian kecenderungan untuk untuk berhutang telah menjadi beban bagi Negara Ghana hingga pada tahun 2023 negara ini mengalami kebangkrutan yang memprihatinkan. Akibat hutang yang menggunung secara historis sejak abad ke-14, wilayah yang sekarang menjadi Gana modern yang dikenal dengan sebutan pantai Emas telah terkenal sebagai produsen emas yang luar biasa. Kekayaan alam ini menjadi daya tarik bagi bangsa asing, diantaranya adalah bangsa Portugis yang pertama tiba di Pantai Emas. Pada tahun 1471 ketika pertama kali mencapai wilayah ini mereka terkesan oleh kekayaan emas yang melimpah sehingga memberi nama wilayah ini dengan pantai Emas. Portugis segera mendirikan pos dagang di sepanjang pantai dan mulai mengeksplorasi emas serta budak. Tahun-tahun selanjutnya setelah kedatangan Portugis ke pantai Emas, datanglah Belanda dan menjadi pemain penting di wilayah tersebut menggantikan Portugis. Pada abad ke-17 Belanda merebut benteng Sau sebastiau dari tangan Portugis. Pada tahun 1637 dan Sejak saat itu mereka mengendalikan sebagian besar wilayah pantai Emas. 

Selama pemerintahan Belanda perdagangan emas dan budak tetap menjadi sumber pendapatan utamanya. Pada tahun 1867 Inggris mengambil alih Pantai Emas dari Belanda di samping melakukan pembangunan serta memperkenalkan budaya Eropa, Inggris juga berusaha mengeksploitasi sumber daya alam terutama emas di wilayah ini. Pada tahun seorang Akis kemerekaan beramaenum bersama denganai yang dia dirikan memulai perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan penuh dari Inggris. Setelah perjuangan yang gigih pada tahun 1956, akhirnya Inggris setuju untuk memberikan kemerdekaan penuh kepada Pantai Emas. 

Puncaknya terjadi pada Maret tahun di mana enkrumah memproklamasikan kemerdekaan Pantai Emas dan mengganti namanya menjadi Gana. Gana mencatat sejarah sebagai negara pertama di Afrika subsahara yang berhasil merdeka dari penjajahan Kolonial. Kemerdekaan ini bukan saja peristiwa bersejarah bagi Gana tetapi juga menjadi titik awal bagi gelombang gerakan kemerdekaan yang seluruh Benua Afrika. Kendati demikian kemerdekaan ini juga menjadi babak baru bagi sejarah hutang Gana yang menggunung. Dimana Hutang akibat pembangunan Gana dengan bunga yang terus berkembang menjadi bom waktu yang mengancam stabilitas ekonomi Gana di masa depan. Setelah kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1957, GAM stabilitaseki dan sebagai salah satu produsen cokelat terkemuka di dunia. Gana memiliki infrastruktur yang kuat dan sistem pendidikan yang maju. Presiden nkrumah berencana mengubah ekonomi negara ini menjadi lebih maju dengan berhutang dengan menggunakan pendapatan dari ekspor coklat sebagai jaminannya. Kendati demikian rencana ambisius ini tidak berjalan sesuai harapan, ketika harga coklat tiba-tiba turun pada pertengahan tahun 1960-an korupsi dan ketidakstabilan politik semakin memperburuk situasi. Sehingga Gana terjebak dalam hutang sebesar $600 juta dolar. Pada tahun 1966 enkruma digulingkan oleh perwira militer yang kecewa dan meninggalkan Gana dengan beban hutang yang sangat besar. Pada masa pasca revolusi sejak tahun 1966 Gana terjebak dalam siklus hutang yang melilit yang berarti negara ini terus mengambil hutangan baru untuk melunasi hutang lamanya. Hal ini terjadi karena Gana menghadapi kesulitan dalam membayar hutang yang sudah ada. Sehingga negara ini harus mengambil pinjaman baru untuk mengatasi hutang yang jatuh tempo. Selain itu mata uang Gana dinilai terlalu tinggi dibandingkan mata uang asing. Ini berarti satu unit mata uang Gana memiliki nilai yang lebih tinggi daripada yang seharusnya. Sehingga membuat produk Gana menjadi lebih mahal bagi pembeli asing. Penilaian mata uang yang berlebihan ini menghambat ekspor. Karena produk Gana menjadi kurang kompetitif di pasar internasional. Beberapa ekonomi menganjurkan kepada Gana untuk melakukan Devaluasi mata uangnya. Devaluasi mata uang berarti menurunkan nilai tukar mata uang nasional terhadap mata uang asing dalam konteks Gana. Jika mata uang Gana yang bernama cedi diturunkan nilainya maka nilai C akan menjadi lebih rendah darada dolar Amerika Serikat. Ini akan membuat produk-produk Gana termasuk cokelat menjadi lebih murah bagi pembeli asing. Sehingga dapat meningkatkan daya saing ekspor Gana di pasar internasional. Kendati demikian Devaluasi juga berisiko Gana memiliki hutang luar negeri yang harus dibayar dalam mata uang asing, seperti dolar Amerika Serikat. Ketika nilai mata uang lokal telah melemah maka pembayaran utang dalam mata uang asing akan menjadi lebih mahal ini dapat mempersulit negara dalam membayar utang luar negerinya. Dimana tercatat pada tahun 1970 utang Gana telah mencapai 5,7 miliar Dolar. Pada awal 1990-an Gana menghadapi krisis ekonomi dengan inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang lambat. 

Pada akhir tahun 2023 mengindikasikan bahwa Gana memiliki tingkat utang yang terlalu tinggi jika dibandingkan dengan pendapatan negaranya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan