Jembatan Rusak Tahun Ini Mendapat Sentuhan Ringan

Rehab jembatan gantung Desa Talang Buai.-Amris-Sceenshot

koranrm.id - Ada belasan bahkan puluhan jembatan penghubung antar desa hingga kawasan sentra ekonomi di Kabupaten Mukomuko dalam keadaan rusak. Namun demikian dipastikan tahun ini, tidak ada proyek pembangunan jembatan yang dilaksanakan pemerintah, karena terkendala anggaran.

Namun demikian, terhadap jembatan dengan kondisi yang sudah cukup membahayakan, pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tetap memberi sentuhan ringan terhadap infrastruktur penting tersebut. 

Disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Ir. Apriansyah, ST, MT untuk pembangunan atau rehap total jembatan tahun 20225 ini dipastikan tidak ada. Alasannya tidak ada anggaran yang tersedia, apalagi pasca efisiensi besar-besaran terhadap kegiatan DAK. Namun demikian, sesuai dengan arahan dari bupati, terhadap jembatan penyebrangan yang kondisinya rusak tetap diambil tindakan seadanya. 

Adapun tindakan yang banyak dilakukan adalah penggantian lantai jembatan menggunakan papan dan rehab pengaman kiri kanan yang rusak parah. 

"Karena untuk jembatan tahun ini tidak ada anggaran untuk bangunan baru atau rehap berat, maka agar tetap aman dilalui warga, dilakukan pergantian lantai dan pengaman kiri kanan," kata Apriansyah.

Namun untuk proyek pembangunan jalan tahun ini ada beberapa ruas jalan yang dibangun. Dua sumber pendanaan, yakni Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit. Pekerjaan yang dibiayai dari DAU tersebar di sepuluh titik. Hingga awal September 2025, progres pengerjaannya sudah berada di kisaran 30 persen. Kontrak proyek ini dijadwalkan berakhir pada akhir November 2025. 

Sementara itu, pembangunan ruas jalan dengan sumber dana DBH sawit di jalur SP1 menuju SP2 Air Manjuto saat ini mencapai 35 persen. Sesuai kontrak, pengerjaan jalan ini akan selesai pada 27 November 2025. Pihak Dinas PUPR optimis pekerjaan tersebut bisa tuntas tepat waktu.

Untuk proyek jalan yang juga bersumber dari DBH sawit di Kecamatan Ipuh, prosesnya masih berada di tahap pelelangan melalui Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ). Apriansyah berharap tahapan administrasi tersebut selesai pada akhir September 2025 sehingga pekerjaan dapat segera dimulai. 

"Kita yakin semua bisa dirampungkan paling lambat pada Desember 2025. Pembangunan jalan adalah investasi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tutupnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan